Menapaki Karir di Dunia SAP: Kisah Inspiratif Saphira Estuarine

Sebagai alumni Prodi Akuntansi UII angkatan 2019, Saphira Pricillia Estuarine atau yang dikenal Saphira, telah bergabung di dunia profesional sebagai SAP FICO Consultant di Astra Graphia Information Technology (AGIT) selama 10 bulan. Saphira bertanggung jawab atas dukungan harian kepada klien dalam penggunaan SAP, menyelesaikan isu-isu terkait transaksi akuntansi, dan melakukan perbaikan pada sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna dan proses bisnis perusahaan.

 

Perjalanan karir Saphira dari mahasiswa hingga menjadi konsultan SAP di PT tersebut tidak terlepas dari inspirasi yang diperolehnya saat belajar di Prodi Akuntansi UII, “Melalui berbagai kegiatan perlombaan dan simulasi bisnis seperti MonsoonSIM dan ERPsim bersama tim Antares, Saya mendapatkan gambaran yang jelas tentang pentingnya sistem ERP dalam mendukung kelancaran proses bisnis.” Ketertarikan yang tumbuh dari pengalaman ini mendorongnya untuk memilih jalur karir sebagai konsultan SAP.

 

 

Sejak bergabung dengan PT tersebut, Saphira telah merasakan dampak besar yang dihasilkan dari pengimplementasian solusi SAP di berbagai perusahaan klien. Selain mempermudah proses bisnis, SAP juga memberikan perlindungan terhadap transaksi perusahaan dari berbagai risiko seperti kecurangan, kesalahan sistem, atau human error, serta melindungi data dari kerusakan atau bencana alam. Dengan demikian, perannya sebagai konsultan SAP menjadi sangat relevan dan menjanjikan, sebagai pekerjaan di masa depan yang tak akan kekurangan permintaan.

 

Tantangan terbesar yang dihadapi Saphira yaitu keharusan untuk bisa menganalisis transaksi di SAP dari segi Accounting dan Sistem, hal tersebut membutuhkan proses pemahaman yang tinggi, akan tetapi dapat diatasi dengan terus belajar dan melakukan sharing ilmu dengan senior SAP Consultant.

“Di tengah tantangan tersebut, peran konsultan SAP sangatlah signifikan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional mereka. Dengan keahliannya dalam menganalisis masalah dan memberikan solusi, konsultan SAP membantu mengatasi hambatan-hambatan kinerja perusahaan dengan cepat dan efektif.” terangnya.

 

Dalam pandangan Saphira, keberhasilan implementasi SAP dapat diukur dari sejauh mana sistem tersebut mampu mengakomodir kebutuhan pengguna sesuai dengan proses bisnis perusahaan, terutama dalam konteks perusahaan dengan proses yang kompleks seperti perusahaan manufaktur. Sebagai contoh Saphira mengatakan, “Implementasi yang sukses yaitu implementasi yang mengakomodir kebutuhan user sesuai dengan proses bisnis, hal ini sangat diperlukan di perusahaan dengan proses bisnis yang rumit dan panjang sehingga butuh detail controlling, contohnya Manufacturing Company.”

 

Sementara dalam menghadapi tantangan dan kekurangan dalam proses implementasi, peran konsultan SAP menjadi krusial dalam memastikan kesuksesan sistem. Ia menegaskan, “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, menurut saya pekerjaan SAP Consultant akan terus dibutuhkan di masa depan karena analytical skill yang dimiliki tidak akan dapat tergantikan oleh robot.

 

“Dengan demikian, keahlian dan pengalaman konsultan SAP akan tetap menjadi aset berharga dalam mendukung perusahaan menghadapi perubahan dan memaksimalkan potensi sistem SAP” Ungkap Saphira di sela-sela salam penutupnya.

 

Bagi mahasiswa yang masih ragu memasuki dunia SAP, Saphira menekankan pentingnya eksplorasi, “Kita bisa mengeksplore bagaimana pengimplementasian SAP di perusahaan yang sesungguhnya serta mencari tahu terkait modul-modul dan keterkaitannya untuk mengetahui di modul mana passion kita. Tetap semangat!” Semangat dan penjelajahan akan membantu mahasiswa menemukan arah karir yang tepat dan membangun fondasi yang kuat dalam industri SAP. (PI)