IPK 3,95 Bukan Hal yang Sulit: Sepenggal Cerita dari Dhiva, Dhea, dan Ahmad

Mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi angkatan 2020 yang telah berhasil meraih IPK unggul yaitu 3.95, menunjukkan kemampuan intelektual luar biasa serta dedikasi dan ketekunan yang menginspirasi. Prestasi akademik mereka tidak hanya mencerminkan kerja keras dan komitmen yang luar biasa, tetapi juga membuka berbagai peluang karir yang menjanjikan di masa depan. Ahmad Naufal Ikromi, Dhea Khansa Nabila, dan Dhiva Vinanda adalah contoh nyata dari mahasiswa yang mampu mencapai prestasi gemilang ini, memberikan motivasi bagi rekan-rekan mereka untuk terus berusaha meraih kesuksesan.

 

Setiap mahasiswa memiliki motivasi unik untuk mencapai IPK tinggi dalam studi akuntansi. Dhiva, misalnya, mengatakan bahwa, “Sebagai mahasiswa lintas jurusan, motivasiku bukan untuk mencapai IPK tertinggi, melainkan untuk memahami akuntansi dengan lebih baik.”

Sementara itu, Dhea dan Ahmad berbagi motivasi serupa, mereka ingin memenuhi kepuasan pribadi dengan meraih nilai baik dan memberikan hasil studi yang membanggakan bagi keluarga yang telah banyak berjuang untuk mereka.

 

Ketiga mahasiswa ini memiliki strategi unik dalam mengatur waktu dan mengelola stres demi mencapai prestasi akademis yang tinggi. Dhiva mengatur waktunya dengan menetapkan skala prioritas dan membuat jadwal rinci, memastikan tidak ada tugas yang menumpuk dan selalu ada waktu untuk refreshing. Dhea membagi tugas berdasarkan prioritas dan mencari suasana baru saat merasa penat, serta mengelola stres dengan bermain bersama teman atau menikmati me time seperti membaca komik dan menonton film. Ahmad menganut filosofi ‘Work hard, play hard’ fokus penuh di kelas untuk meminimalkan belajar ulang, dan mengisi waktu luang dengan aktivitas menyenangkan seperti bermain game, touring, serta menjelajahi tempat wisata dan kuliner bersama teman-temannya.

 

Selain fokus pada akademis, mahasiswa juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan magang untuk memperkaya pengalaman mereka. Dhiva terlibat dalam beberapa kepanitiaan dan organisasi. Dhea mengikuti perlombaan dan magang, seperti di Badan Audit Kemahasiswaan (BAK) UII dan PT HTC Consulting, serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi seperti PKM-K, ERPSIM, dan APAChamp. Ahmad juga aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk kompetisi MonsoonSIM dan ERPsim, menjadi asisten dosen untuk beberapa mata kuliah, dan membantu proyek dosen di RSUD Sleman.

 

Berbagai pengalaman dan tantangan selama masa kuliah sudah mereka lalui. Dhiva menikmati bertemu teman-teman baru dan mempelajari hal-hal baru, meskipun terkadang menghadapi kesulitan memahami mata kuliah tertentu, yang diatasi dengan diskusi bersama teman-teman. Dhea menemukan bahwa setiap semester membawa tantangan baru, tetapi ini memberinya kesempatan untuk berkembang.

“Saya mengambil inisiatif untuk belajar secara mandiri, lebih aktif bertanya kepada dosen, dan berdiskusi dengan teman-teman,” ujarnya.

Ahmad menghadapi tantangan besar karena harus mempelajari akuntansi dari nol dengan latar belakang sains dan IT, ditambah dengan pembelajaran daring selama pandemi. “Proses belajarku cukup menantang karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman dan dosen secara langsung,” katanya.

 

Ketika ditanya tentang rencana karir setelah lulus, ketiga mahasiswa menunjukkan komitmen dan visi yang kuat terhadap penggunaan gelar sarjana akuntansi mereka. Dhiva menyatakan keinginannya untuk bekerja sebagai akuntan publik, sementara Dhea bermaksud untuk mengaplikasikan gelar sarjana akuntansinya dalam posisi di departemen akuntansi atau keuangan perusahaan, dengan fokus pada aspek praktis akuntansi melalui pengalaman magang. Ahmad, di sisi lain, memiliki rencana untuk berkarier di bidang akuntansi atau keuangan modern yang terintegrasi dengan teknologi, khususnya di perusahaan konsultan SAP.

Dia menyebutkan, “Rencana utamaku yaitu mencoba untuk apply ke salah satu top-tier perusahaan konsultan SAP, dan merasa didukung oleh Prodi Akuntansi UII yang memiliki koneksi dengan perusahaan-perusahaan tersebut.”

 

Para mahasiswa memberikan sejumlah nasihat berharga bagi mereka yang ingin mencapai prestasi akademis tinggi dalam studi akuntansi. Dhiva menekankan pentingnya memahami dasar-dasar akuntansi, menjaga fokus, dan mengimbanginya dengan ibadah, serta rajin membuat catatan dan berlatih secara intensif. Dhea menggarisbawahi pentingnya hadir di kelas, membuat catatan, menjalin hubungan sosial yang baik, dan mencoba berbagai pengalaman seperti magang, kursus sertifikasi, dan perlombaan untuk memperluas wawasan dan tujuan karir. Ahmad menyarankan untuk menetapkan target yang terukur, menciptakan lingkungan pertemanan yang mendukung, berani bertanya dan berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman tambahan di luar ruang kelas. “Setiap masalah pasti ada solusinya, setiap pertanyaan pasti ada jawabannya,” ujarnya, menegaskan pentingnya kerjasama antara dosen dan mahasiswa dalam mencari pengetahuan. Nasihat-nasihat ini mencerminkan tekad dan pengalaman yang berharga dalam perjalanan akademis mereka. (PI)

Pendidikan Akuntansi UII: Mendukung Kebangkitan Ekonomi Nasional

Di tengah globalisasi dan persaingan ekonomi yang semakin intens, akuntansi yang baik dan transparan menjadi kunci penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menyediakan data keuangan yang akurat dan dapat dipercaya, praktik akuntansi yang solid tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga menjamin efisiensi penggunaan sumber daya, pengambilan keputusan yang tepat, dan tata kelola perusahaan yang efektif. Contoh nyata pentingnya akuntansi dapat dilihat pada krisis moneter Asia 1997-1998. Pada masa tersebut, akuntansi yang baik memainkan peran vital dalam restrukturisasi utang, rekapitalisasi perbankan, dan pemulihan kepercayaan investor. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu perusahaan dan bank bertahan, tetapi juga berkontribusi signifikan pada pemulihan dan stabilisasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan. 

 

Kontribusi UII dalam Pendidikan Akuntansi untuk Kemajuan Bangsa

Program Studi Akuntansi UII berfokus mencetak akuntan yang profesional dan berintegritas tinggi, yang tercermin dari berbagai prestasi dan kemitraan strategis yang diraih oleh mahasiswa dan alumninya. Salah satu pencapaian utama adalah keberhasilan mahasiswa dalam mempertahankan tradisi juara dunia dalam kompetisi ERPsim, selain itu program double-degree dengan universitas di Australia, Belanda, Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan gelar dari dua institusi, memperluas wawasan dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di pasar global. Selain itu menjalin kerjasama dengan Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Kemitraan ini memperluas peluang karir bagi para lulusan. Alumni dari Program Studi Akuntansi UII telah berhasil menduduki berbagai posisi penting di sektor publik dan swasta, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, seperti Dimas Novriandi sebagai Vice President – Digital Banking Integrated Marketing Communications Lead GENIUS – Bank BTPN dan  Julius Affandi Zega sebagai Analytics & UI Team Manager – NTT Data Business Solution Indonesia

 

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pendidikan Akuntansi UII

Program Sarjana Akuntansi UII menunjukkan keseriusannya terhadap kewirausahaan dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani jalur wirausaha, mempersiapkan mereka untuk menjadi pengusaha mandiri atau memulai usaha baru. Selain itu, melalui program magang dan magang merdeka, mahasiswa mendapat pengalaman praktis yang membantu mereka meningkatkan keterampilan profesional dan memperluas jaringan di industri, serta meningkatkan kesiapan untuk memasuki dunia kerja dengan percaya diri. Kurikulum yang responsif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi di profesi akuntansi menunjukkan komitmen UII dalam mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Dengan penekanan pada teknologi bisnis, pola pikir kewirausahaan, dan nilai-nilai keislaman atau yang disebut dengan kurikulum i-Technopreneur Accountant.

 

Mahasiswa Akuntansi UII menjadi Agen Perubahan Profesional dan Berintegritas

Pendidikan akuntansi di UII tidak hanya menghasilkan ahli teknis, tetapi juga menciptakan agen perubahan yang memajukan bangsa. Fokus pada nilai-nilai, etika, dan peran agama, mahasiswa akuntansi UII menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dengan kurikulum yang terus diperbarui dan adanya program KKN yang memungkinkan mereka memahami realitas masyarakat Indonesia. Kerjasama UII dengan perusahaan mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional memberikan mahasiswa pengalaman praktis dan peluang belajar dari praktisi industri, sementara pelatihan dan sertifikasi auditor dan pajak meningkatkan keterampilan dan kredibilitas mereka. Mahasiswa akuntansi UII bukan hanya ahli teknis, tetapi juga pemimpin yang inovatif dan berintegritas, siap berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (PI)

 

Prestasi Mahasiswa Akuntansi UII dalam Ujian Modul ACCA

Dalam perjalanan akademik yang diwarnai oleh semangat dan ketekunan, mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi di Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII telah menunjukkan keunggulan mereka dengan berhasil menyelesaikan ujian modul dari Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Keberhasilan mereka mengukir prestasi luar biasa, seperti Muhammad Hanif Nurrahman angkatan 2020 IUP yang berhasil ujian Financial Report, bersama dengan Fa’iz Aufar Reva Almepa angkatan 2021 Regular dan Amri Nadia M angkatan 2021 IUP yang sukses dalam ujian Financial Management. 

 

Dalam pengalamannya mempersiapkan ujian modul Financial Report ACCA, Hanif menekankan pentingnya ketekunan dan ketekunan dalam belajar serta latihan soal untuk menjadi akrab dengan jenis-jenis pertanyaan ACCA.

Hanif menjelaskan, “Be Persistent, karena ketekunan diperlukan dalam mempersiapkan ujian ACCA untuk menjadi terbiasa dengan tipe-tipe soal.” Hanif menyisihkan waktu setiap hari, baik di perpustakaan maupun di rumah, untuk belajar dan berlatih soal. Dia menambahkan, “Never Give Up, karena pantang menyerah merupakan kunci, terutama setelah mengalami kegagalan sebelumnya.” Hanif mencapai tujuan tersebut setelah setahun usaha kerasnya. 

 

Faiz memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia seperti workbook, revision kit, dan subscription Acowtancy yang diberikan secara gratis oleh UII untuk mempersiapkan ujian ACCA, “Persiapan belajar untuk menghadapi ujian ACCA selalu saya lakukan beberapa bulan sebelum ujian dimulai, hal ini dikarenakan cukup banyak materi yang perlu benar-benar dipahami.” Sementara itu, Amri menjelaskan bahwa setiap modul ACCA, termasuk Financial Management, di-cover oleh 6 sks mata kuliah di program studi akuntansi. Amri menekankan pentingnya orientasi belajar di kelas untuk persiapan ujian modul, bukan hanya fokus pada lulus UTS dan UAS dengan nilai baik.

Amri menegaskan, “Strategi ini sangat baik diterapkan mengingat ujian modul ACCA tidak bisa dilalui dengan sistem belajar kebut semalam.”

 

Menghadapi ujian ACCA, Hanif menemukan tantangan dalam mempelajari banyaknya bab sekaligus, termasuk rumus dan analisis laporan keuangan. Dia mengatasi ini dengan mencari tips dan trik dari dosen-dosen ACCA UII, platform Acowtancy, dan teman-teman. Faiz mengatasi tantangan dengan memfokuskan pada materi-materi favorit examiner, sementara Amri menghadapi tantangan dengan mereview kembali cara belajar, mengatasi rasa bosan, dan memotivasi diri untuk tetap gigih.

 

Hanif memilih modul Financial Report sebagai bagian dari persyaratan untuk mendapatkan double degree dari ACCA, karena lulus modul tersebut menunjukkan pemahaman yang kuat tentang pelaporan keuangan dan koreksi kesalahan praktik akuntansi. Faiz merasa modul Financial Management ACCA unik karena memberikan pemahaman yang mendalam tidak hanya tentang aturan dan prosedur, tetapi juga tentang situasi internal dan eksternal perusahaan yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Sementara itu, Amri mengambil modul Financial Management ACCA sebagai persyaratan untuk pengajuan research and analysis project dan mendapatkan gelar BSc in Applied Accounting dari Oxford Brookes University, karena materinya meliputi teknik investasi, valuasi bisnis, dan manajemen risiko yang penting dalam jenjang profesional sebagai project manager atau financial analyst. (PI)

 

Dina Fahsa: Jejak Mahasiswa Akuntansi dalam Dunia Pers

Di balik sorotan kamera dan tumpukan berita, ada suara-suara yang tak terdengar, cerita-cerita yang belum tersampaikan secara lengkap. Hari Pers, sebuah momen yang memperkuat pentingnya kebebasan berekspresi dan akses terhadap informasi. Dalam upaya mengungkap sisi lain dari peran media, Dina Syarafina Fahsa, mahasiswa angkatan 22 Program Studi Akuntansi, yang telah menjejaki di dunia jurnalistik kampus dengan bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FBE UII. 

 

Sebagai seorang mahasiswa yang juga aktif di kegiatan organisasi. Dina telah merangkai rutinitas sehari-hari yang padat serta menggabungkan tuntutan akademik dengan keterlibatannya dalam berbagai organisasi. Menjalani rutinitas harian yang mencakup kuliah dan kegiatan organisasi memerlukan manajemen waktu yang baik, “Saya biasanya membuat jadwal yang terstruktur dan menyusun skala prioritas. Fleksibilitas juga penting agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal yang mungkin terjadi,” kata Dina.

 

Motivasi Dina untuk mengejar pendidikan dan terlibat dalam kegiatan di luar akademik adalah ingin terus berkembang, meningkatkan keterampilan manajemen waktu, memperluas relasi, dan mendapatkan pengalaman baru. Dina menemukan minat dalam bidang jurnalistik dan pers melalui keinginannya untuk menyampaikan informasi yang relevan, kebebasan berekspresi, dan dapat mewakili suara tidak hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat,

“Saya tertarik karena percaya bahwa pers memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang akurat, membangun kesadaran mahasiswa, serta dapat mewakili suara masyarakat.” Harapan Dina dapat membagikan informasi dengan lebih efisien, akurat, relevan, dan berimbang serta dapat mewakili suara mahasiswa dengan integritas, keberanian, dan keadilan.

Menurut analisa Dina, perkembangan industri pers di Indonesia saat ini terlihat semakin dinamis. Hal ini ditandai dengan banyaknya media online yang bermunculan dan berbagai platform sosial media yang digunakan untuk menyebarkan informasi. Meskipun demikian, tantangan seperti masalah kebebasan pers dan kredibilitas masih perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan integritas industri pers. 

 

Dalam menghadapi tantangan di dunia pers, Dina menekankan bahwa salah satu hal terbesar adalah menjaga objektivitas dan integritas, “Penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipercaya.” Katanya. Peran pers sangat besar dalam mempengaruhi opini publik dan membentuk masyarakat,

“Melalui berita, opini, dan analisis yang disampaikan, pers dapat membentuk pandangan dan sikap masyarakat terhadap berbagai isu, politik, dan kehidupan sehari-hari.” ujar Dina.

 

Dalam menyambut Hari Pers, Dina berharap industri pers terus berkembang menuju arah yang lebih baik, “Semoga pers mampu menjaga integritasnya, memberikan informasi yang akurat dan berimbang, serta tetap menjadi penjaga kebebasan dan demokrasi.” Dengan demikian, pers dapat terus memainkan peran yang penting dalam membentuk masyarakat yang berpengetahuan dan berpikiran kritis. (PI)

Pendidikan Bisnis dan Teknologi: Membentuk #AkuntanMasaKini di UII

Seiring peringatan Hari Pendidikan, penting untuk menyoroti peran universitas dalam membentuk pemimpin masa depan, khususnya dalam konteks pendidikan bisnis. Universitas Islam Indonesia (UII) tidak hanya melahirkan akuntan terampil, tetapi juga menanamkan pemahaman yang mendalam dalam bidang bisnis dan teknologi. Salah satu contohnya adalah pendekatan bisnis dan teknologi yang diintegrasikan dalam kurikulum Program Studi Akuntansi, yang memperkuat perspektif mahasiswa yang tak hanya sebatas pada pengelolaan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan pengauditan, tetapi juga membentuk kompetensi mahasiswa yang peka dan adaptif terhadap berbagai tantangan yang hadir seiring dengan kemajuan teknologi dan evolusi peran akuntan dalam lingkungan bisnis dan ekonomi digital.

 

Desain kurikulum 2021 Program Sarjana Akuntansi di UII dirancang untuk merespons perkembangan ilmu dan profesi akuntansi di era digital dengan memadukan keunggulan teknologi bisnis, pola pikir kewirausahaan, dan landasan nilai-nilai keislaman, sementara juga menyediakan program sertifikasi internasional seperti SAP dan ACCA, mencerminkan komitmen UII dalam memberikan pengalaman pendidikan komprehensif yang relevan dengan tuntutan industri global. Selain itu Program Sarjana Akuntansi menunjukkan adaptabilitasnya melalui implementasi MBKM, dengan berbagai kegiatan seperti magang, studi independen, pertukaran mahasiswa, dan proyek di desa, memberikan mahasiswa pengalaman belajar yang beragam dan relevan dengan tuntutan industri.

 

Jurusan dan Program Studi Akuntansi UII aktif dalam menerbitkan jurnal ilmiah sebagai platform untuk menyalurkan gagasan, inovasi, dan hasil riset dari para akademisi, terutama dalam pengembangan ilmu bisnis dan ekonomi, contohnya seperti Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia (JAAI) diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember dan Journal of Contemporary Accounting (JCA) diterbitkan tiga kali dalam setahun (Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember) didukung oleh IAI-KAPd (Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Pendidik), serta Rahmatan Lil’alamin Journal of Community Services (RLA) diterbitkan dua kali setiap tahun pada bulan Mei dan November.

Pusat studi di bawah pengelolaan Jurusan dan Program Studi hadir dengan berbagai fokus kajian, menyajikan pendekatan multi-perspektif dalam merespons tantangan bisnis dan ekonomi modern, terutama dalam konteks ilmu dan praktik akuntansi seperti, Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA), Pusat Studi Akuntansi Forensik (PSAF), UII-ACCA Competence Center, ERP Competence Center, dan Pusat Studi Akuntansi Sektor Publik.

 

Misi Prodi Sarjana Akuntansi UII mencakup menghasilkan lulusan dengan integritas moral yang tinggi dan penguasaan ilmu bisnis serta akuntansi, didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam. Para alumni seperti Dimas Novriandi sebagai Vice President – Digital Banking Integrated Marketing Communications Lead GENIUS – Bank BTPN, Muli Wening Utami sebagai Factory Finance Controller – Siemens Indonesia, Julius Affandi Zega sebagai Analytics & UI Team Manager – NTT Data Business Solution Indonesia, dan lainnya yang sukses di berbagai posisi di industri, adalah bukti nyata dari keberhasilan pendekatan dalam menciptakan lulusan yang beradaptasi dengan lingkungan dan berhasil di bidang bisnis dan teknologi. (PI)

 

Sumber : https://accounting.uii.ac.id/

Menapaki Karir di Dunia SAP: Kisah Inspiratif Saphira Estuarine

Sebagai alumni Prodi Akuntansi UII angkatan 2019, Saphira Pricillia Estuarine atau yang dikenal Saphira, telah bergabung di dunia profesional sebagai SAP FICO Consultant di Astra Graphia Information Technology (AGIT) selama 10 bulan. Saphira bertanggung jawab atas dukungan harian kepada klien dalam penggunaan SAP, menyelesaikan isu-isu terkait transaksi akuntansi, dan melakukan perbaikan pada sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna dan proses bisnis perusahaan.

 

Perjalanan karir Saphira dari mahasiswa hingga menjadi konsultan SAP di PT tersebut tidak terlepas dari inspirasi yang diperolehnya saat belajar di Prodi Akuntansi UII, “Melalui berbagai kegiatan perlombaan dan simulasi bisnis seperti MonsoonSIM dan ERPsim bersama tim Antares, Saya mendapatkan gambaran yang jelas tentang pentingnya sistem ERP dalam mendukung kelancaran proses bisnis.” Ketertarikan yang tumbuh dari pengalaman ini mendorongnya untuk memilih jalur karir sebagai konsultan SAP.

 

 

Sejak bergabung dengan PT tersebut, Saphira telah merasakan dampak besar yang dihasilkan dari pengimplementasian solusi SAP di berbagai perusahaan klien. Selain mempermudah proses bisnis, SAP juga memberikan perlindungan terhadap transaksi perusahaan dari berbagai risiko seperti kecurangan, kesalahan sistem, atau human error, serta melindungi data dari kerusakan atau bencana alam. Dengan demikian, perannya sebagai konsultan SAP menjadi sangat relevan dan menjanjikan, sebagai pekerjaan di masa depan yang tak akan kekurangan permintaan.

 

Tantangan terbesar yang dihadapi Saphira yaitu keharusan untuk bisa menganalisis transaksi di SAP dari segi Accounting dan Sistem, hal tersebut membutuhkan proses pemahaman yang tinggi, akan tetapi dapat diatasi dengan terus belajar dan melakukan sharing ilmu dengan senior SAP Consultant.

“Di tengah tantangan tersebut, peran konsultan SAP sangatlah signifikan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional mereka. Dengan keahliannya dalam menganalisis masalah dan memberikan solusi, konsultan SAP membantu mengatasi hambatan-hambatan kinerja perusahaan dengan cepat dan efektif.” terangnya.

 

Dalam pandangan Saphira, keberhasilan implementasi SAP dapat diukur dari sejauh mana sistem tersebut mampu mengakomodir kebutuhan pengguna sesuai dengan proses bisnis perusahaan, terutama dalam konteks perusahaan dengan proses yang kompleks seperti perusahaan manufaktur. Sebagai contoh Saphira mengatakan, “Implementasi yang sukses yaitu implementasi yang mengakomodir kebutuhan user sesuai dengan proses bisnis, hal ini sangat diperlukan di perusahaan dengan proses bisnis yang rumit dan panjang sehingga butuh detail controlling, contohnya Manufacturing Company.”

 

Sementara dalam menghadapi tantangan dan kekurangan dalam proses implementasi, peran konsultan SAP menjadi krusial dalam memastikan kesuksesan sistem. Ia menegaskan, “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, menurut saya pekerjaan SAP Consultant akan terus dibutuhkan di masa depan karena analytical skill yang dimiliki tidak akan dapat tergantikan oleh robot.

 

“Dengan demikian, keahlian dan pengalaman konsultan SAP akan tetap menjadi aset berharga dalam mendukung perusahaan menghadapi perubahan dan memaksimalkan potensi sistem SAP” Ungkap Saphira di sela-sela salam penutupnya.

 

Bagi mahasiswa yang masih ragu memasuki dunia SAP, Saphira menekankan pentingnya eksplorasi, “Kita bisa mengeksplore bagaimana pengimplementasian SAP di perusahaan yang sesungguhnya serta mencari tahu terkait modul-modul dan keterkaitannya untuk mengetahui di modul mana passion kita. Tetap semangat!” Semangat dan penjelajahan akan membantu mahasiswa menemukan arah karir yang tepat dan membangun fondasi yang kuat dalam industri SAP. (PI)

Kisah Zavierro: Ramadhan di Belanda Sebagai Double Degree Student

Zarvierro Alam Arsy, seorang mahasiswa yang memulai perjalanan akademiknya di Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 2020, kini menjalani pendidikan double degree yang mengesankan di Belanda. Dengan semangat yang tak kenal lelah dan tekad yang kuat, Zarvierro melangkah ke tanah Eropa untuk mengejar keahlian ganda di Saxion Applied University (SAU).

 

Tantangan baru muncul ketika Zarvierro sedang melaksanakan ibadah puasa di Belanda. Meskipun jadwal buka puasa dan subuh yang bervariasi setiap harinya menjadi sebuah kenyataan yang harus dihadapi, “Terutama saat awal dan akhir Ramadhan, menjadi sebuah kenyataan yang harus kami hadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati. Misalnya, pada awal Ramadhan azan maghrib bisa jatuh pada jam 18.33, sementara pada akhir Ramadhan bisa jatuh pada jam 20.25, yang tentunya mengharuskan kami untuk menyesuaikan pola hidup dan rutinitas sehari-hari.” Namun, Zarvierro tetap menjaga semangat dan ketekunan dalam menjalankan ibadah puasa di tengah kesibukan akademisnya.

 

Melalui keterlibatannya yang berdedikasi dan semangat belajar yang tiada henti, Zarvierro menjadi representasi hidup dari keinginan untuk mencapai kesuksesan melalui pendidikan yang beragam dan global, sambil menjaga teguh nilai-nilai agama. Perjalanan akademisnya bukan hanya mencerminkan kecemerlangan pribadi, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya perspektif internasional dalam mengejar impian, bahkan di tengah-tengah tantangan agama.

Ngabuburit di Amsterdam Central

Dalam menjalankan kuliah di Belanda selama bulan Ramadhan, Zarvierro tidak memiliki jadwal belajar yang spesifik. Pasalnya, kuliah di Belanda cenderung tidak begitu padat, memberikan cukup banyak waktu kosong terutama pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Meskipun begitu, Zarvierro tetap berusaha memanfaatkan waktu dengan bijak, “Saya mengatur jadwal belajar dan istirahat secara fleksibel, dengan memperhitungkan jam-jam terbaik untuk berkonsentrasi dan beristirahat. Selama bulan Ramadhan, saya berupaya untuk menyesuaikan jadwal belajar dan istirahat dengan jam-jam ibadah dan waktu berbuka puasa.” Dengan demikian, Zarvierro dapat menjaga keseimbangan antara ibadah, akademik, dan istirahat, sehingga tetap dapat menjalankan kuliah dengan konsentrasi dan produktivitas yang optimal.

 

Meskipun tidak ada fasilitas khusus untuk mahasiswa yang menjalankan ibadah puasa, tetapi SAU menyediakan mushola bagi mahasiswa Muslim. Dalam pandangan teman-teman dan dosen di lingkungan akademis Belanda, praktik puasa mungkin tidak begitu terpahami secara luas, “Orang Belanda mungkin tidak begitu akrab dengan konsep puasa, sehingga kehidupan sehari-hari tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan yang signifikan” Ujar Zarvierro.  Menjalankan praktik agama, mungkin tidak terlalu banyak dukungan yang dirasakan, namun hal ini tidak menghalangi mahasiswa yang menjalankan puasa untuk tetap melaksanakan ibadah dengan tekad dan ketekunan pribadi.

 

Selama bulan puasa, Zarvierro berupaya menjaga kesehatan fisik dan mental dengan bijak menggunakan waktu istirahat yang ada, “Meskipun ada tuntutan akademik yang mungkin intens, saya memanfaatkan waktu kosong untuk beristirahat secara optimal. Dari segi mental, keberadaan teman-teman Indonesia yang juga menjalankan puasa memberikan dukungan yang sangat berarti. Seringkali kami mengadakan buka bersama, yang tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental, sehingga saya tidak merasa sendiri dan mampu menghadapi tantangan akademis dengan lebih baik.”(PI)

Tantangan Ekonomi Global 2024: Proyeksi dan Strategi Indonesia

Di permulaan tahun 2024, ekonomi global menghadapi tantangan yang semakin rumit. Ekonomi global merujuk pada sistem ekonomi yang melibatkan ketergantungan dan interaksi antara berbagai negara di seluruh dunia. Aktivitas ekonomi seperti perdagangan internasional, investasi lintas batas, dan pergerakan modal antar negara menjadi elemen utama yang membentuk dinamika ekonomi global. Lingkupnya mencakup pertukaran barang, jasa, dan sumber daya di antara negara-negara, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fluktuasi mata uang, kebijakan perdagangan internasional, dan dinamika pasar keuangan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi secara global. Dalam laporan “Indonesia Economic Prospects” yang diterbitkan oleh Bank Dunia pada bulan Desember 2023 menyatakan bahwa, “Risiko perlambatan ekonomi di Indonesia akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan, walaupun secara keseluruhan, kondisi perekonomian dalam negeri masih dianggap solid.” Oleh karena itu, dapat dipertanyakan mengapa proyeksi ekonomi global di tahun 2024 menunjukkan kecenderungan penurunan ?

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Ekonomi Global 

  1. Ketidakpastian Geopolitik. Ketidakpastian dalam relasi geopolitik antar negara-negara utama, yang dapat menjadi pemicu penurunan ekonomi global melalui konflik, perselisihan perdagangan, atau perubahan dalam dinamika politik internasional, berdampak pada kepercayaan pelaku pasar dan investasi. Dikutip dalam TimesIndonesia, Jakarta, mengatakan, “Tahun 2024 diperkirakan akan menyaksikan ekonomi Indonesia semakin bergantung pada faktor-faktor GDP domestik seiring dengan penurunan permintaan global yang diantisipasi. Di sisi lain, peningkatan signifikan dalam pengeluaran fiskal, terutama selama masa pemilihan umum, diharapkan dapat memacu pertumbuhan GDP sebesar 5% year-on-year (YoY).”
  2. Perubahan Nilai Mata Uang. Fluktuasi nilai tukar mata uang memiliki dampak yang besar terhadap daya saing ekspor dan impor suatu negara. Perubahan yang mendadak dan signifikan dalam nilai tukar dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam hubungan perdagangan internasional. Menurut Bisnis.Com, “Pada tahun 2024, proyeksi pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia hanya sekitar 9% dan 9,4%, masing-masing, yang mengindikasikan penurunan dibandingkan dengan tahun 2023 dan 2022. Penurunan pertumbuhan ekspor dan impor ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi dunia yang diharapkan terjadi pada tahun mendatang.”
  3. Fluktuasi Harga Komoditas. Perubahan dalam harga komoditas global, seperti minyak, logam, dan pertanian, memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi dunia, terutama memberikan kerugian pada negara-negara yang sangat bergantung pada ekspor komoditas tertentu. “Sementara itu, dengan pelemahan ekonomi negara mitra utama Indonesia, pertumbuhan positif di negara-negara lain, terutama di Amerika Utara (2,2%), Amerika Selatan (3,3%), dan Asia (5,8%), dianggap sebagai peluang yang perlu dioptimalkan oleh Indonesia untuk memperluas pasar ekspornya. Meskipun harga beberapa komoditas, termasuk batubara, diperkirakan stagnan pada tahun depan, kecuali untuk minyak mentah yang memproyeksikan kenaikan, memberikan dimensi tambahan dalam strategi ekspor Indonesia,” Bisnis.Com dengan judul Ekonom Wanti-Wanti Perdagangan RI Melemah pada 2024. 

Pada akhirnya, tahun 2024 menandai periode awal yang penuh tantangan dalam dunia ekonomi global. Bank Dunia telah memberikan peringatan tentang risiko perlambatan ekonomi di Indonesia, walaupun secara keseluruhan kondisi ekonomi domestik tetap dianggap kokoh. Faktor-faktor seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai mata uang, dan perubahan harga komoditas global menjadi penyebab utama dari penurunan ekonomi secara global. Dalam menghadapi proyeksi penurunan permintaan global, Indonesia diharapkan semakin bergantung pada faktor-faktor GDP domestik. Meskipun perkiraan pertumbuhan ekspor dan impor menunjukkan penurunan, strategi yang cermat dengan peningkatan pengeluaran fiskal dan eksploitasi peluang pertumbuhan di berbagai negara, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia, menjadi langkah yang penting untuk menanggapi dampak negatif pelemahan ekonomi global pada tahun 2024. (PI)

Berpuasa Ala Osmar, Mahasiswa Hafiz Al-Qur’an

Osmar Hasan Ananto Ramy, yang akrab disapa Osmar, kini tengah menempuh perjalanan akademiknya di semester 4. Sebagai seorang mahasiswa yang penuh dedikasi, Osmar tidak hanya berfokus pada tugas kuliahnya, namun juga menjalani kesehariannya dengan penuh semangat walaupun sedang berpuasa. Dalam menjalani puasa sambil tetap fokus pada kewajiban kuliah, Osmar mengusung strategi dengan memprioritaskan istirahat yang cukup di malam hari, “Dengan tidur awal dan menghindari begadang, saya dapat menjaga konsentrasi dan energi selama perkuliahan, meminimalkan dampak kelelahan saat menjalani ibadah puasa.” Ungkapannya.

Sebagai mahasiswa Hafiz Al-Quran, Osmar menekankan pentingnya sholat tepat waktu di lingkungan perkuliahan, terutama dalam mengajak teman-teman untuk tidak menyepelekan kewajiban tersebut, “Selama bulan Ramadhan, saya berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung praktik keagamaan, dengan mengajak teman-teman untuk bersama-sama melaksanakan sholat berjamaah dan saling memberikan dukungan dalam menjalani ibadah puasa. Dengan cara ini, saya berharap dapat memotivasi teman-teman sebaya untuk memperkuat nilai-nilai spiritual mereka selama bulan suci ini, sambil tetap fokus pada kewajiban akademis.” Ujar Osmar.

Dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan akademis kuliah dan komitmen spiritual sebagai Hafiz Al-Quran selama bulan Ramadhan, manajemen waktu menjadi kunci Osmar, Ia mengatakan, “Saya berfokus pada pembagian waktu yang efisien, memprioritaskan kuliah dan muroja’ah hafalan. Selain itu, meningkatkan amalan di bulan Ramadhan menjadi bagian tak terpisahkan. Pentingnya juga untuk memperhatikan kesehatan, dengan menghindari begadang agar esoknya tetap produktif dalam kuliah dan beribadah. Dengan demikian, keseimbangan antara akademis dan spiritual tetap terjaga.” 

Osmar aktif terlibat dalam kegiatan sosial selama bulan puasa, khususnya melalui program taqro’ul qur’an di masjid Ulil Albab UII. Sebagai penanggung jawab, setiap malam Ia membaca 1-2 juz Al-Quran dan mengelola jalannya kegiatan sosial tersebut. Meskipun terlibat dalam kegiatan ini, Osmar mampu menjaga keseimbangan waktu antara studi dan kegiatan sosial. Prioritas tetap diberikan pada kuliah, dan dengan membagi skala prioritas dengan baik, saya dapat menjalankan keduanya tanpa mengganggu aktivitas kuliah.

Menggabungkan kewajiban akademis dan spiritual selama bulan Ramadhan bukanlah suatu tantangan bagi Osmar, melainkan sebuah ladang amal yang memberikan manfaat ganda, “Menuntut ilmu di bulan suci sambil menjalani ibadah puasa, membawa keberkahan dan melipatgandakan amalan,” Ungkap Osmar. Sebagai Hafiz Al-Quran, ayat pada surat Al-Mujadilah ayat 11 menjadi pegangan, ‘Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu,’ menjadi motivasi utama Osmar dalam menghadapi tantangan sehari-hari sebagai mahasiswa.

Pesan Osmar untuk teman-teman mahasiswa yang berusaha menjalani puasa sambil tetap menjalankan tugas akademis, “Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik di bulan suci Ramadhan ini. Mari bersama-sama memperbanyak amal sholeh, menjaga semangat belajar, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bulan Ramadhan menjadi peluang untuk perubahan positif, bukan hanya sementara, tetapi hingga bulan-bulan berikutnya. Selamat menempuh ibadah puasa dan perjalanan akademis dengan penuh semangat!” (PI)

Conference on Applied Business and Accounting (CABA) #2

Jum’at (08/03), Program Studi Sarjana Akuntansi FBE UII mengadakan acara Conference on Applied Business and Accounting (CABA) #2. Acara bertujuan untuk membuka ruang diskusi dan kolaborasi antara para praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam bidang akuntansi dengan mengusung tema ‘Strategi Peningkatan Kinerja Sektor Publik untuk Pertumbuhan Berkelanjutan’. Peserta konferensi mengikuti rangkaian presentasi dari pemateri-pemateri terkemuka serta kegiatan ini juga menyediakan platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan temuan terbaru mereka dan bertukar ide dengan rekan-rekan sejawat. 

Setelah pembukaan yang dipandu oleh Kinanthi Putri Ardiani, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Quran. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Akuntansi, Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D., SAS, ASPM. Penting untuk diakui bahwa pengembangan sektor publik guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga berskala internasional, sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Rifqi mengatakan bahwa, “Pertumbuhan berkelanjutan bukan sekadar isu ekonomi atau sosial, melainkan melibatkan harmonisasi antara kepentingan komersial, sosial, dan pelestarian lingkungan.” 

Dengan paper dari internal dan eksternal UII, acara ini menarik lebih dari 100 peserta. Keputusan membuka partisipasi eksternal adalah langkah positif sehingga dapat memberikan wawasan berkualitas. “Selamat kepada peserta yang lolos, harapannya sesi presentasi dan tanya jawab menjadi bekal berharga.” Ungkap Rifqi. Ahada Nur Fauziya, SE., M.Ak., Akt, sebagai moderator acara, “Kami mengundang dua pemateri yang luar biasa, yaitu Prof. Dr. Wuryan Andayani, CA., CSRS., CSRA, seorang guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, serta Arief Rahman, SIP., SE., MCom, PhD, seorang dosen di UII yang ahli di bidangnya.” 

Tujuan pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata. Wuryan mengatakan, “Kini, pembangunan harus mencapai keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan hidup tanpa mengabaikan dampak lingkungan. Hal ini bukan hanya keberlangsungan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kehidupan generasi mendatang.” Pembangunan berkelanjutan didefinisikan melalui delapan pilar, seperti yang disampaikan oleh Andayani (2023), melibatkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, prophet, phenotechnology, power, peace-loving, dan partnership.

Arif menyatakan bahwa, “Tujuan reformasi birokrasi yaitu menciptakan birokrasi yang bersih, efektif, dan berdaya saing, serta mendorong peningkatan pembangunan dan pelayanan publik.” Arif juga mengolah data dari the Worldwide Governance Indicators, menunjukkan bahwa semakin tinggi skor Government Effectiveness, semakin efektif pemerintahan suatu negara. Dalam konteks ini, Indonesia mengalami tren peningkatan yang baik, menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam. Hal ini mencerminkan upaya dan kemajuan positif dalam reformasi birokrasi di Indonesia. 

Ditutup kesimpulan oleh moderator konferensi ini tidak hanya menjadi arena diskusi yang produktif, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju pembangunan berkelanjutan dan reformasi birokrasi yang lebih baik di Indonesia. “Harapan masa depan, Indonesia memiliki kekuatan populasi yang luar biasa, terutama dengan puncak demokrasi masyarakat pada usia produktif. Generasi Z dan para pemuda menjadi aset berharga, mampu dengan mudah beradaptasi dengan teknologi baru, membawa harapan akan kemajuan dan inovasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.” Ujar Ahada. (PI)