YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Setiap tahun ratusan mahasiswa lulus dari jurusan akuntansi. Sayangnya, sangat sedikit yang menekuni ilmunya sehingga Indonesia kekurangan akuntan profesional apalagi yang bersertifikasi internasional.

Data dari The Association of Chartered Certification Accountans (ACCA) menyebutkan negeri ini kekurangan 452.000 akuntan profesional. Jumlah tersebut akan terus berkembang kalau lulusan akuntansi tidak menggeluti dunianya tapi malah bekerja di bidang lain.

”Banyak pula akuntan profesional Indonesia yang memilih bekerja di negara lain dengan berbagai pertimbangan, jumlahnya mencapai sekitar 2.000-an,” ungkap Country Head ACCA Indonesia, Conny Siahaan ketika menyerahkan hasil akreditasi untuk Akuntansi di kampus Universitas Islam Indonesia (UII), kemarin.

Di Indonesia, ia belum meperoleh data secara pasti jumlah akuntan profesional yang bersertifikasi internasional. Hanya, lembaganya mencatat ada 50 anggota ACCA di Indonesia yang sebagian besar sudah senior dan perlu regenerasi.

”Lulusan perguruan tinggi setiap tahun bisa mencapai ribua untuk ilmu akuntansi namun sedikit sekali yang kemudian berkarir menjadi akuntan profesional,” imbuh Conie.

Kerja Sama Lembaganya yang berkantor pusat di London, Inggris berusaha membantu perguruan tinggi yang ingin lulusannya maupun pada dosen bisa bersertifikasi internasional.

Selain kerja sama dengan UII, ACCA juga sudah bekerja sama dengan 24 kampus di Indonesia. Conny mengingatkan negara-negara tetangga sudah mulai mengasah SDM termasuk di bidang akuntansi.

Rektor UII, Dr Ir Harsoyo mengakui kelemahan lulusan pergurua tinggi Indonesia yakni pada bahasa Inggris. Kampusnya berusaha membekali lulusannya dengan kemampuan bahasa Inggris karena ini menjadi kunci persaingan global.

”Kerja sama dengan ACCA menjadi bagian penting bagi jurusan akuntansi supaya dosen dan lulusannya terpacu meraih yang terbaik,” tegasnya.

(agung pw/CN34/SM Network)

Sumber: suaramerdeka.com