Kuliah Umum Akuntansi Bahas Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Bersama Direktur Utama PT Amal Surya Consulting

Yogyakarta, 20 Oktober 2025 — Program Studi Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) kembali menggelar Kuliah Umum yang menghadirkan praktisi berpengalaman di bidang akuntansi dan keuangan publik. Kegiatan ini menghadirkan Fatkhur Rokhman, S.E., M.M., Ak., C.A., CIFE., CDA., RSA., selaku Direktur Utama PT Amal Surya Consulting, sebagai narasumber utama.

Acara yang berlangsung di lingkungan FBE UII ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Akuntansi, Sekretaris Program Studi, serta dosen-dosen Prodi Akuntansi UII. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda akademik rutin yang bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik akuntansi di sektor publik dan dunia profesional.

Dalam pemaparannya, Fatkhur Rokhman membahas secara komprehensif mengenai pengelolaan keuangan dan akuntansi pada Badan Layanan Umum (BLU). Ia menjelaskan bagaimana BLU memiliki karakteristik khusus dalam sistem keuangan negara, di mana prinsip efisiensi dan pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas serta transparansi pengelolaan dana.

“Pengelolaan keuangan BLU menuntut pemahaman mendalam tidak hanya terhadap aspek akuntansi, tetapi juga regulasi dan tata kelola keuangan publik. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi lulusan akuntansi untuk berperan di sektor tersebut,” ungkap Fatkhur Rokhman dalam sesi presentasi.

Kuliah umum ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, yang terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi tanya jawab berlangsung. Antusiasme tersebut mencerminkan minat tinggi mahasiswa terhadap penerapan ilmu akuntansi di sektor publik serta peluang karier di bidang tersebut.

Melalui kegiatan seperti ini, Program Studi Akuntansi FBE UII terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri, serta memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi.

Kuliah Praktisi: Akuntansi UII Kembali Hadirkan GM PT. Monsoon Academy untuk Dongkrak Karier Mahasiswa

Kuliah Praktisi: Akuntansi UII Kembali Hadirkan GM PT. Monsoon Academy untuk Dongkrak Karier Mahasiswa

Yogyakarta, 25 September 2025 – Dalam rangka mempersiapkan lulusannya menjadi tenaga kerja yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri, Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Praktisi dengan tema “Akuntansi Digital dan ERP Simulation: Menghadirkan Dunia Bisnis di Ruang Kelas”. Acara yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025 di Ruang Aula Utama Kampus UII ini menghadirkan Dr. Anthon S. Tondo, S.E., M.B.A., General Manager MonsoonSIM dan Odoo Learning Partner, sebagai pembicara utama.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Jurusan, Bapak Dekar Urumsah, beserta sejumlah dosen dan mahasiswa dari berbagai angkatan, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik yang dibahas.
Dalam pemaparannya, Dr. Anthon S. Tondo menekankan bahwa:

“Penguasaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) telah menjadi kompetensi kritis di era transformasi digital. ERP, yang merupakan sistem terintegrasi untuk mengelola seluruh proses bisnis suatu perusahaan, bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah keharusan.”
“Kompetensi mengoperasikan ERP adalah now or never. Data dari LinkedIn Job Skills 2023 menunjukkan bahwa pengalaman dengan software ERP seperti Odoo, SAP, dan Oracle termasuk dalam keterampilan paling dicari untuk posisi-posisi di bidang supply chain, keuangan, dan manajemen,” paparnya.

Lebih lanjut, Dr. Anthon memaparkan tiga pilar utama dalam membangun ekosistem pembelajaran ERP yang efektif, yaitu:
1. Simulasi: Menggunakan platform seperti MonsoonSIM untuk memberikan pengalaman praktis mengelola bisnis virtual yang kompleks.
2. Edukasi: Memahami modul-modul ERP nyata, seperti Odoo yang menawarkan lebih dari 75 aplikasi terintegrasi.
3. Sertifikasi: Mendapatkan pengakuan kompetensi melalui skema sertifikasi resmi, misalnya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan harapan bahwa mahasiswa UII dapat segera mengambil langkah konkret untuk menguasai keterampilan digital kritis ini, sehingga dapat bersaing di pasar kerja global yang semakin ketat.




Semarak SEMATA 2025, FBE UII Sambut Hangat Mahasiswa Baru

Semarak SEMATA 2025, FBE UII Sambut Hangat Mahasiswa Baru

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menyambut mahasiswa baru angkatan 2025 dengan menggelar kegiatan orientasi bertajuk Semangat Ta’aruf (SEMATA). Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Dharma, Menggapai Cakrawala” ini diawali dengan pra-SEMATA pada 7 September 2025 dan dilanjutkan pada 8–9 September 2025.

Dalam Opening Ceremony, Dekan FBE UII, Johan Arifin, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada kurang lebih 1.120 mahasiswa baru. Ia berpesan agar para mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perkuliahan.

Pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sapa dosen yang memperkenalkan jajaran pimpinan program studi dan dosen. Mahasiswa kemudian mengikuti studium generale bersama Vigo Widjanarko, S.E., S.Sos., M.M., dengan tema “Membangun Karakter Mahasiswa Baru FBE UII untuk Mewujudkan Ekonom Visioner yang Siap Menghadapi Masa Depan”. Acara berikutnya diisi oleh Johan Arifin dengan tema “Let’s Get Closer to UII with I’M UII and UII Way”.

Rangkaian SEMATA juga menghadirkan berbagai agenda lain, antara lain pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Business Case Competition antarjamaah, serta simulasi aksi. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan kampus sekaligus menjadi langkah awal mahasiswa baru dalam menapaki perjalanan akademiknya.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan pada hari kedua. Dengan beragam kegiatan yang inspiratif, SEMATA 2025 sukses terlaksana dan diharapkan dapat membantu mahasiswa baru FBE UII beradaptasi dengan dunia perkuliahan serta menyiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih baik.



TalkCounting: Sukses di Dunia SAP Consulting, Alumni Akuntansi UII Bagi Tips ke Mahasiswa

Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan agenda inspiratif bertajuk TalkCounting dengan tema “Unlock Huge Potential: SAP Consultant Career Path for Accounting Students” pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh mahasiswa lintas angkatan serta para dosen Prodi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII. TalkCounting menjadi ruang berbagi pengalaman bagi para alumni Akuntansi UII yang telah meniti karier sebagai SAP Consultant di berbagai perusahaan multinasional.

Tiga alumni dihadirkan sebagai pembicara utama dalam acara ini, yaitu Shani Alvian, SAP Consultant di Accenture Southeast Asia (Alumni 2019), Puteri Amira S, SAP Consultant di Deloitte (Alumni 2021), dan Putri Dewi F, SAP Consultant di Metrodata Group – Soltius (Alumni 2023). Ketiganya merupakan alumni Akuntansi UII yang kini sukses berkarier di jalur profesional yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi bisnis masa kini.

Dalam sesi TalkCounting, para pembicara berbagi cerita tentang bagaimana perjalanan mereka menuju karier sebagai SAP Consultant, termasuk tantangan dan peluang yang mereka hadapi. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bagaimana ilmu dan pelatihan SAP yang mereka peroleh semasa kuliah di Akuntansi UII memberikan kontribusi besar terhadap kesiapan mereka di dunia kerja. Para alumni sepakat bahwa bekal keilmuan tersebut memberikan keunggulan kompetitif, terutama karena kebutuhan akan tenaga ahli di bidang sistem informasi akuntansi dan teknologi bisnis terus meningkat.

Dalam pemaparannya, Shani Alvian menegaskan bahwa peluang karier di bidang SAP sangat terbuka luas bagi mahasiswa akuntansi, apalagi dengan latar belakang teknologi dan bisnis yang terus berkembang.

“Ilmu yang saya dapatkan saat kuliah, terutama pelatihan SAP, benar-benar sangat berguna ketika saya masuk ke dunia kerja. Itu jadi nilai plus yang bikin saya lebih siap secara teknis dan mental,” ujar Shani.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Puteri Amira S yang kini bekerja di Deloitte. Ia menyoroti pentingnya kesiapan mental dan penguatan soft skill selama kuliah.

“Kita nggak cuma butuh paham sistem, tapi juga harus bisa kerja tim, adaptif, dan peka terhadap masalah klien. SAP Consultant bukan pekerjaan yang monoton, dan menariknya, bisa dilakukan dari mana saja,” ucap Amira, mengangkat fleksibilitas kerja sebagai salah satu keunggulan karier di dunia consulting.

Selain itu, para pembicara juga membagikan gambaran nyata tentang budaya kerja di dunia SAP consulting, yang menawarkan fleksibilitas tinggi dan kesempatan untuk bekerja secara remote dari mana saja. Mereka menekankan bahwa SAP Consultant bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi juga menuntut kemampuan komunikasi, analisis, dan kolaborasi lintas divisi. Dengan lingkungan kerja yang cepat berubah dan menantang, mereka mengajak para mahasiswa untuk mulai membangun kapasitas diri sejak di bangku kuliah.

Sebagai pesan penutup, para alumni memberikan motivasi kepada mahasiswa aktif untuk mulai mengenali dan fokus pada minat pribadi mereka selama kuliah. Menurut mereka, pemahaman terhadap minat dan potensi diri akan sangat membantu dalam menentukan arah karier setelah lulus. Mereka juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan setiap peluang pembelajaran, baik di kelas maupun melalui program pendukung seperti pelatihan SAP dan kegiatan pengembangan diri lainnya.

TalkCounting tidak hanya menjadi ajang temu alumni dan mahasiswa, tetapi juga menjadi wujud nyata dari komitmen Prodi Akuntansi UII dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi tantangan dunia kerja modern. Dengan menghadirkan alumni berprestasi dan relevan dengan kebutuhan industri, acara ini memperkuat peran kampus sebagai ruang tumbuh yang mendukung kesuksesan jangka panjang para mahasiswanya. Kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi pengembangan karier dan peningkatan kualitas lulusan Akuntansi UII.

Program Studi Akuntansi Gelar Guest Lecture Bersama Akademisi Universiti Malaya, Angkat Tema “Get Ready for Career World: Sustaining-Being & Ethics in Workplace”

Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Akuntan Publik, Akuntansi UII Menerima Kunjungan IAPI

Yogyakarta, 28 Mei 2025 – Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) di Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja kampus FBE UII Condong Catur. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi profesi. 

Delegasi IAPI yang hadir dalam kunjungan tersebut di antaranya adalah Bapak Sandra Pracipta, S.E., M.Acc., Ak., CA., CPA. selaku perwakilan Dewan Pengurus Nasional IAPI, Drs. Hadiono, Ak., CPA., CA. selaku Ketua Koordinator Daerah IAPI Wilayah D.I. Yogyakarta, serta Nur Afwa Sofia dari Sekretariat IAPI DIY.

Pihak FBE UII diwakili oleh Dekan FBE UII, Prof. Johan Arifin, S.E., M.Si., Ph.D., beserta Ketua Jurusan Akuntansi, Ketua Program Studi Magister Akuntansi, Sekretaris Program Studi Sarjana Akuntansi, serta Sekretaris Program Studi Akuntansi International Undergraduate Program (IUP).

Dalam pertemuan ini, dilaksanakan diskusi mengenai agenda keberlanjutan kerjasama yang telah dijalin sebelumnya antara Jurusan Akuntansi FBE UII dan IAPI. Kolaborasi ini mencakup berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta dukungan terhadap sertifikasi dan profesi akuntan publik.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan profesi akuntansi di Indonesia, serta mendorong peningkatan mutu lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.



Accounting UII Guest Lecture Invites BSI CISO to Discuss Cybersecurity and Digital Transaction Challenges

Accounting UII Guest Lecture Invites BSI CISO to Discuss Cybersecurity and Digital Transaction Challenges

Sleman, May 14, 2025,: The Accounting Study Program at Universitas Islam Indonesia (UII) held a Guest Lecture on Wednesday, May 14, 2025,, at the Aula Utara of the Faculty of Business and Economics. The event was conducted in a hybrid format, combining in-person attendance and online participation via Zoom and featured a prominent expert in information security.

The session welcomed Andri Purnomo, Chief Information Security Officer (CISO) of Bank Syariah Indonesia (BSI)as the keynote speaker. The lecture kicked off at 9:30 AM WIB and was met with great enthusiasm from accounting students, both on-site and online, as evident from the active Q&A session that followed the presentation.

In his talk, Andri addressed the key issues surrounding the digital landscape, particularly in the context of Islamic banking. He focuses on three main topics: the growth of digital transactions, the risks and challenges that come with them, and the vital role of cybersecurity in safeguarding modern financial systems.

He highlighted that digital transactions in Indonesia have been growing rapidly, fueled by increased Internet usage, innovations in financial technology, and strong support from regulators, such as Bank Indonesia and the Financial Services Authority (OJK). Tools such as QRIS, e-money, mobile banking, and Internet banking have now become integral to a more inclusive and efficient financial ecosystem.

However, Andri also reminded the audience of the serious challenges that have come with these advancements, especially concerning data security, consumer protection, and rising cyber threats. He stressed the importance of digital literacy and awareness of information security for accounting students.

“As future accountants and finance professionals, we must be ready to become a generation that not only understands numbers but is also digitally literate and security-aware,” he emphasized.

This guest lecture was viewed as a valuable opportunity for UII accounting students to gain relevant insights and prepare for the evolving demands of their future careers in the digital era.

Kuliah Praktisi Akuntansi UII Hadirkan CISO BSI, Bahas Keamanan Siber dan Tantangan Transaksi Digital

Kuliah Praktisi Akuntansi UII Hadirkan CISO BSI, Bahas Keamanan Siber dan Tantangan Transaksi Digital

Sleman, 14 Mei 2025 — Program Studi Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Kuliah Praktisi pada Rabu, 14 Mei 2025, bertempat di Aula Utara Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui Zoom dan luring, serta menghadirkan narasumber profesional di bidang keamanan informasi.

Kuliah ini menghadirkan Andri Purnomo, Chief Information Security Officer (CISO) dari Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai pembicara utama. Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, baik secara langsung maupun daring. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta selama sesi diskusi berlangsung.

Dalam paparannya, Andri Purnomo mengangkat isu-isu krusial seputar dunia digital, khususnya dalam konteks perbankan syariah. Ia membahas tiga poin utama, yakni: tren transaksi digital, risiko dan tantangan dalam transaksi digital, serta peran penting keamanan siber dalam menjaga integritas sistem keuangan modern.

Andri mengungkapkan bahwa transaksi digital di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, didorong oleh peningkatan penggunaan internet, inovasi teknologi finansial, serta dukungan regulasi dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berbagai instrumen seperti QRIS, uang elektronik, mobile banking, dan internet banking kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keuangan yang inklusif dan efisien.

Namun, di balik kemajuan tersebut, ia mengingatkan bahwa terdapat tantangan serius yang harus dihadapi, terutama terkait keamanan data, perlindungan konsumen, dan meningkatnya ancaman dunia maya. Oleh karena itu, Andri menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran keamanan informasi bagi para mahasiswa akuntansi.

“Sebagai calon akuntan dan profesional keuangan, kita harus siap menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya paham angka, tetapi juga melek digital dan melek keamanan informasi,” tegasnya.

Kuliah praktisi ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa akuntansi UII dalam menghadapi tantangan profesi di era digital yang terus berkembang.

Kuliah Praktisi: A Digital Business definitely Starts from Problem, as Traveloka

Jumat, 27 Desember 2025 – Prodi Akuntansi UII menggelar kuliah praktisi dengan topik “Ekosistem Digital untuk Meningkatkan Kinerja Industri Pariwisata dan Kreatif”. Agenda ini dihadiri oleh Widya Listyowulan yang merupakan Vice President Traveloka, Public Policy & Government Relations.

 

Acara yang dimulai sejak pukul 9 pagi itu, dipenuhi oleh mahasiswa dari beberapa kelas mata kuliah Bisnis Digital dan Perpajakan yang diampu oleh Bapak Wirawan dan Bapak Arif Fajar. Meskipun dilaksanakan pada tanggal terjepit cuti nataru, tidak menyulutkan semangat mahasiswa untuk memenuhi Aula Utara FBE UII pagi itu(27/12). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan bisnis digital yang telah diaplikasikan pada industri pariwisata, khususnya pada platform digital Traveloka. 

 

“Siapa yang pernah menggunakan Traveloka” tanya Widya diawal presentasinya. 

 

Traveloka adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan perjalanan dan gaya hidup secara online. Traveloka didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Awalnya, Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat. Kini, Traveloka telah berkembang menjadi platform yang menyediakan berbagai layanan perjalanan.

 

A digital business definitely starts from problems, ketika mendapati masalah disitulah otak manusia mengeluarkan potensi terbaiknya dengan ide-ide kreatif yang sebenarnya masih sangat realistis untuk diwujudkan” jelas widya saat menceritakan asal mula terbentuknya Traveloka. 

 

Hal yang paling penting ketika memiliki digital business adalah public policy dan menjaga digital customers. Widya sebagai seorang vice president dibidang public policy menerangkan bahwa, ada banyak aturan pemerintah yang perlu ditaati saat membangun sebuah bisnis. Selain itu, ada juga beberapa aturan yang perlu didiskusikan dengan pemerintah untuk mencari solusi terbaiknya. Hal ini akan menjadi concern, karena proses bisnis yang dijalankan digital business lebih transparan dan daily monitor bahkan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, para pelanggan dituntut untuk membaca setiap aturan yang melekat sebelum menjadi pengguna layanan. 

 

Selain itu, hal yang paling identik dengan pelanggan adalah ulasan layanan setelah penggunaan. Kecepatan teknologi memberikan akses yang lebih kepada masyarakat untuk merekomdasikan atau bahkan memberikan kritik pedas terhadap layanan digital business. Hal ini perlu diwaspadai, sebab review yang baik akan mendatangkan lebih banyak orang, tetapi review yang buruk akan berakibat pada kepailitan perusahaan. Tantangan digital business adalah menjaga para digital customers dengan mendengarkan setiap kritik dan komplain, serta memberikan reward kepada mereka yang loyal. 

 

“Ada satu hal menarik yang saya temukan saat riset market anak muda saat ini, mereka cenderung lebih suka dengan sesuatu yang beririsan dengan sustainability, gaya hidup sehat dengan rutin olahraga, membawa tumbler dan shopping bag untuk menghindari plastik; dan banyak hal lain. Hal ini yang kami coba kampanyekan pada produk-produk layanan Traveloka” jelas Widya.

 

Jika ditanya apakah digital transformation itu penting? Maka jawabannya sangat penting. Pergerakan teknologi yang terus berkembang mulai dari kemunculan AI hingga berbagai kemudahan hidup saat ini, menuntut manusia menemukan perannya. Orang-orang yang menjadi bagian dari transformasi itu bukan hanya engineer, tetapi analyst bahkan akuntan. Permasalahan yang terus baru, menuntut akuntan tidak hanya diam didepan buku besar dan jurnal laporan keuangan, tetapi juga andil dalam mencari solusi.. 

 

Satu hal yang ditekankan pada akhir materi Widya Listyowulan adalah “If you ready to start digital business, you must be ready to explore the complexity, aware more problems, and keep engage with the digital customers.” (AW)