Penyerahan Sertifikat SAP Kepada Mahasiswa Akuntansi UII

Jumat (15/12), Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan acara ‘Accounting UII Partners Gathering 2023 yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Pembahasan yang mendalam mengenai keberadaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, termasuk manfaat dan tantangannya, tengah berlangsung. Meskipun kemajuan pesat dalam bidang teknologi dan kecerdasan buatan, peran dan relevansi keterampilan akuntansi terus berkembang. Keberadaan akuntan tetap menjadi krusial untuk memastikan akuntabilitas dalam proses bisnis di dunia industri. 

Acara disambut oleh Ir. Waryono selaku Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan, “Upaya ini tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pengembangan kecerdasan buatan saja. Sentuhan manusia dan pengawasan dalam pengambilan keputusan dan pelaporan akan selalu memainkan peran yang sangat penting.” Dilanjutkan oleh Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D., SAS, ASPM sebagai Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi, acara ini mencerminkan tekad untuk mengintensifkan keterlibatan lulusan dengan mitra industri, menunjukkan komitmen yang kuat dalam menggalang hubungan erat antara dunia akademis dan sektor bisnis, “Acara ini merupakan kedua kalinya diadakan. Hadirnya 15 mitra perusahaan nasional dan multinasional di industri SAP dan/atau akuntansi, serta kehadiran para alumni yang telah berkontribusi di dunia industri, menandai komitmen untuk mendekatkan lulusan dengan mitra industri.” 

Program Studi Sarjana Akuntansi FBE UII juga melaksanakan penyerahan sertifikat SAP kepada 66 mahasiswa dengan berbagai spesialis, seperti 36 mahasiswa dengan SAP Certified Application Associate – Business Process Integration with SAP S4/HANA, 22 Mahasiswa dengan SAP Certified Application Associate – SAP S/4HANA For Financial Accounting Associates,  7 mahasiswa dengan SAP Certified Application Associate – SAP S/4HANA For Management Accounting Associates (SAP S4HANA 2020),  dan 1 mahasiswa dengan SAP Certified Application Associate – SAP Business Planning and Consolidation. Direktur Sektor Publik dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) SAP Indonesia, Thorsten Vieth, secara simbolis menyerahkan sertifikat SAP serta menyampaikan terima kasih atas kerja sama 17 tahun dengan SAP University Alliance Program Asia Pacific Japan (SAPUAP-APJ) bersama UII. Thorsten juga mengharap lulusan dapat terus mengikuti perkembangan teknologi, “Kehadiran teknologi di dunia industri akan lebih berarti dengan adanya talenta yang memiliki sertifikasi SAP. Harapannya menjadi awal yang positif untuk karir para lulusan akuntan.” 

Pada kesempatan tersebut, Program Studi Sarjana Akuntansi FBE UII meraih prestasi dengan meluluskan tujuh mahasiswa yang berhasil lulus dalam ujian modul Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Sertifikat diserahkan oleh Julia Simatupang selaku Manajer Wilayah dan Kepala Perwakilan ACCA Indonesia. Turut hadir Manohar Benjamin Johnson sebagai Komite Penasihat ACCA Malaysia dan Mitra Pricewaterhouse Cooper Malaysia mengatakan bahwa, “ACCA membuka peluang karir internasional dan memberikan nasihat bahwa lulusan modul ACCA adalah investasi untuk masa depan dan paspor kemajuan karir global.” (PI)

Kisah Inspiratif Mahasiswa Program Student Exchange di De La Salle University, Filipina

Sebagai bagian dari kegiatan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) untuk meningkatkan pengalaman akademis mahasiswa, Program Studi Sarjana Akuntansi memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran ke luar negeri. Puti Alifa Rahmayudi, mahasiswa angkatan 2020, menjadi salah satu peserta yang memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti program pertukaran di De La Salle University (DLSU) di Filipina. Program dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Desember 2023, dengan durasi per semester selama empat bulan. Keterlibatannya dalam program pertukaran ini mencerminkan komitmen nyata FBE UII dalam memberikan peluang belajar lintas budaya kepada mahasiswa, persiapan mereka untuk menjadi pemimpin yang mampu bersaing ditingkat global.

Setelah menyelesaikan program International Credit Transfer (ICT), Puti merasakan kontribusi positif yang signifikan. “Dengan lingkup pembelajaran yang baru, saya belajar untuk keluar dari zona nyaman, meningkatkan pemahaman terhadap kemampuan dan kelemahan diri, semuanya didorong oleh durasi program satu semester yang hanya empat bulan. Memungkinkan saya untuk efektif mengelola waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik.”

Dengan keyakinan penuh, Puti yakin memberikan pengalaman yang substansial pada perkembangan baik akademis maupun pribadi, “Secara pribadi, hidup jauh dari rumah membuat saya lebih mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan dan menyesuaikan diri dengan situasi yang berbeda di tempat baru. Saya juga merasa mampu mengasah kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan teman-teman di sana. Merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan akademis, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian pribadi.” Ujar Puti.

Dalam menghadapi tantangan dan perbedaan budaya selama tinggal di Filipina dan berinteraksi dengan mahasiswa lokal, pendekatan multikultural menjadi kunci utama. DLSU Filipina juga turut berperan aktif dalam mengatasi perbedaan dengan mengadakan acara kultural khusus bagi para mahasiswa pertukaran. Rangkaian acara tersebut, setiap mahasiswa pertukaran memiliki peluang untuk mempresentasikan latar belakang budaya mereka serta cara mereka menghadapi berbagai tantangan. Komunikasi terbuka mengenai budaya dan tantangan ini menjadi faktor utama dalam memperdalam pemahaman antar mahasiswa. Dengan demikian, para mahasiswa dapat saling memahami perbedaan budaya dan bersama-sama mencari solusi efektif bersama.

Setelah kembali dari DLSU, puti berencana untuk berbagi pengalaman berharga ini dengan sesama mahasiswa di Universitas asal, terutama bagi mereka yang menempuh jurusan Akuntansi di UII, “Niat saya adalah memberikan informasi rinci tentang proses pendaftaran, persyaratan yang perlu dipersiapkan, serta harapan yang mungkin dihadapi saat mendaftar dan diterima dalam program pertukaran pelajar di DLSU,” Tutur Puti. Dengan membagikan pengalaman  harapannya dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang apa yang dihadapi selama menjalani program, “Selain itu, saya ingin membantu mereka memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk berhasil mendaftar dan memberikan gambaran menyeluruh tentang manfaat potensial yang dapat diperoleh melalui pengalaman pertukaran internasional,” Tambah Puti. (PI)