Mahasiswa Akuntansi UII Siap Mengelola Bisnis di Era Digital
Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) melalui ERP Competence Center, menggelar kompetisi internal simulasi bisnis ERP bagi mahasiswa. Kompetisi yang dilaksanakan pada 22-29 Juni 2019, di Hall Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja, FE UII ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa bagaimana mengelola perusahaan melalui games simulasi bisnis berbasis sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
Pembelajaran ERP pada Prodi Akuntansi UII sendiri sudah dikenal sebagai salah satu mata kuliah unggulan di Indonesia, baik dikalangan perguruan tinggi maupun industri. ERP merupakan sebuah teknologi sistem informasi yang terintegrasi dan digunakan oleh perusahaan manufaktur kelas dunia untuk meningkatkan kinerjanya.
Dalam perjalanannya, mahasiswa Akuntansi UII sudah berkali-kali memenangkan kompetisi ERP tingkat dunia. Seperti pada tahun 2017 menjadi Juara 1 World Champion ERP-SIM yang diikuti oleh berbagai universitas di dunia, seperti University of Melbourne (Australia), Dalhousie University (Kanada), University of Arkansas (Amerika Serikat), dan Northwest University (China). Selain itu, Akuntansi UII juga kembali mendominasi di ajang ERPsim SAP Asia Pacific Japan (APJ) Cup 2018 dengan memborong juara 1 dan 2 the ERPsim SAP APJ Cup 2018.
Direktur ERP Competence Center Prodi Akuntansi FE UII, Dra. Isti Rahayu, M.Si., Ak., CA., Cert.SAP menyampaikan pada kompetisi ini mahasiswa mengelola perusahaan virtual secara tim, dimana tiap-tiap tim terdiri dari 5 mahasiswa. Dengan mengikuti kompetisi simulasi ERP ini, setiap mahasiswa akan belajar berkomunikasi, bekerjasama antar anggota tim, memahami integrasi ERP di perusahaan, dan meningkatkan kemampuan analisis data akuntansi. Sehingga mampu membuat keputusan secara cepat dan tepat dalam mengelola perusahaan.
Disampaikan Isti Rahayu, adapun pemenang pada kompetisi internal tahun ini terdiri dari 2 tim. Juara pertama dimenangkan oleh tim Hammam Ghanim yang terdiri dari 5 mahasiswa yaitu Akmal Abdi, Muhammad Fadhly Rizky Octavio, M. Nur Hidayatsyah, Farida Nailil Muna, dan Akhlis Faris Mushaffa. Sedangkan juara kedua dimenangkan oleh tim Mober yang beranggotakan Nur Amila Andini Hidayanti, Alifiya Miftahul Jannah, Kharis Maulana, Sitti Juliarti Lalisu, dan Anisha Oktania Prawisesa.
Isti Rahayu mengharap dari kompetisi internal ini akan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang cara menjalankan bisnis pada era digital. “Dengan proses persiapan yang telah dilakukan secara matang beberapa bulan ini, kami optimis 2 tim hasil kompetisi internal yang akan mewakili UII pada kompetisi regional Indonesia dan Internasional mendatang, insya Allah akan memberikan hasil terbaik bagi UII dan Indonesia,” tuturnya. (RH/RS)







Belum lama lalu sempat diberitakan salah satu dosen di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) Rifqi Muhammad, SE., SH., M.Sc., SAS, mendapatkan sertifikasi Ahli Syariah Pasar Modal dari The Indonesia Capital Market Institute. Nah, tanggal 25 September 2017 kemarin, Institute of Islamic Banking and Finance (IIBF), International Islamic University Malaysia (IIUM) menyatakan kelulusan S3 nya setelah meneliti praktik pengungkapan laporan sosial bank syariah.
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) menggelar acara kolosal yaitu kuliah umum dan pembekalan alumni dengan menghadirkan alumni inspiratif yang saat ini mengabdikan diri di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kegiatan pembekalan alumni dan kuliah umum tersebut diisi oleh Ir. Novel Arsyad, MM. (alumni Prodi Teknik Sipil FTSP UII) dan Pramusinto, SE., MM (alumni Prodi Akuntansi FE UII). Acara berlangsung pada Sabtu, 16 September 2017 bertempat di Ruang P1/2 dan Aula Utara Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja Kampus FE UII Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.
Potensi praktik kecurangan dan korupsi semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah dan ragam transaksi keuangan. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan praktik kecurangan dan korupsi, diperlukan peran auditor yang memiliki keahlian forensik. Universitas Islam Indonesia (UII) menilai bahwa permasalahan ini perlu penanganan serius, tak hanya oleh pemerintah, namun juga melibatkan peran berbagai lembaga termasuk pendidikan tinggi dan masyarakat luas. 