Strategi Menjaga Kinerja Keuangan dan Kepatuhan Syariah BPRS

Kuliah Umum Ekonomi dan Keuangan IslamProdi Akuntansi FBE UII Kembali menyelenggarakan kuliah umum online dengan tajuk Ekonomi dan Keuangan Islam dengan studi kasus Bank Syariah UII: Strategi Menjaga Kinerja Komersial dan Kepatuhan Syariah di Masa Pandemi Covid-19 pada Jumat (15/07). Kuliah umum ini ditujukan untuk mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Ekonomi Keuangan Islam dan Audit Syariah. Dalam kesempatan ini, Direktur BPRS Unisia Insan Indonesia, Agung Hartanto, hadir untuk memberikan materinya.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Akuntansi, Mahmudi, menyampaikan adanya kelas umum online yang menghadirkan praktisi ini untuk menjembatani gap antara teori yang selama ini telah dipelajari di kelas dengan praktik kondisi di lapangan. Selain itu, Mahmudi berharap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berkiprah di dunia ekonomi dan keuangan islam yang cukup potensial di masa kini dan yang akan datang.

Priyonggo Suseno selaku Ketua P3EI UII turut hadir memberikan pengantarnya.

“Menulis kasus berbasis dari syariah ini mempunyai 2 kepentingan. Pertama menghadirkan gaya baru dalam pembelajaran yang berbasis pengayaan di lapangan. Kedua, ingin ada jalinan yang lebih erat antara dunia akademik dan industri,” ungkap Priyonggo.

Terdapat perbedaan mendasar antara BPRS dan bank konvensional lainnya yakni BPRS tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Selain itu BPRS hanya dapat membuka kantor dalam satu wilayah provinsi. Agung menyatakan dalam kasus BPRS Unisia hanya dapat membuka kantor di wilayah Provinsi Yogyakarta saja. Tidak dapat membuka di kota lain namun dalam operasionalnya dapat melakukan pemasaran ke provinsi yang lain.

BPRS mempunyai tekanan bisnis selama pandemi yang telah berlangsung sejak 2020. Agung mencontohkan dalam perbandingan BPRS di Yogyakarta per Desember 2021, beberapa bank mempunyai permasalahan dalam pembiayaan karena kondisi pandemi tersebut menyebabkan penagihan-penagihan menjadi terdampak. Dalam kasus BPRS Unisia masih dapat memperoleh laba walaupun masih belum memenuhi target yang dicanangkan.

Untuk mencapai kinerja positif selama 2020-2021 BPRS Unisia melakukan beberapa strategi.

”Kami melakukan pemetaan terhadap biaya-biaya yang bisa dilakukan penghematan. Ada 19 item biaya yang kami kaji ulang untuk dilakukan penghematan sebagai salah satu upaya menjaga bank berjalan dengan baik,” tutur Agung.

Pendapatan atas pembiayaan di BPRS Unisia mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelum pandemi yang selama ini bagus. Hal ini diakibatkan nasabah tidak dapat memenuhi kewajiban mengangsur seperti yang seharusnya dengan meminta relaksasi atau penundaan pembayaran. Sebagai contoh, nasabah UMKM yang berada di lingkungan Kampus UII yang pada awalnya membayarkan angsuran kurang lebih 7,5 juta turun menjadi hanya 500 saja. Kondisi ini sangat berat untuk bank dan UMKM tersebut. Penanganan selanjutnya atas kasus tersebut yakni BPRS Unisia melakukan perbaikan kualitas pembiayaan. Nasabah nasabah didata ulang dengan melakukan mapping berdasarkan kemampuan pembayaran angsuran dan sebagainya.

Agung menyampaikan 90 persen nasabah BPRS Unisia merupakan UMKM yang bergerak pada sektor kesehatan, pangan, telekomunikasi, perdagangan, dan lain-lain. “Karena sektor tersebut mengalami restrukturisasi, kami mulai membidik sektor lama yang tetap eksis selama pandemi yakni pembiayaan pada sektor perumahan subsidi,” ungkap Agung. BPRS Unisia dalam rencana bisnis selanjutnya akan memulai menjalankan beberapa program baru yakni kas keliling untuk sekolah dan pasar, tabungan berhadiah atas kerjasama dengan beberapa BPRS, dan optimalisasi penggunaan teknologi. Agung juga mengungkapkan ada satu hal yang menjadi kendala di perbankan terutama BPRS yakni rekrutmen menjadi hal yang sangat penting dan tidak mudah dipenuhi terlebih di posisi marketing.

Pengurusan Hibah HAKI Hasil Karya Mahasiswa Akuntansi UII

Narasumber dalam Sosialisasi HAKIHAKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang tumbuh dari hasil akal pikir manusia yang menghasilkan suatu kreativitas intelektual. HAKI dilindungi oleh hukum, sehingga bagi orang yang menggunakan tanpa izin pemiliknya akan mendapatkan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. Dengan isu yang signifikan inilah, Prodi Akuntansi FBE UII pada Jumat (08/07) mengadakan sosialisasi hibah HAKI. 

Sesuai yang telah disampaikan Mahmudi Dr. S.E., M.Si., Ak., CA, CMA, Ketua Program Studi Akuntansi Program Sarjana, Prodi Akuntansi akan  memfasilitasi dan membantu proses pengurusan HAKI atas karya-karya mahasiswa. “Mahasiswa yang hadir (sosialisasi) setidaknya nanti bisa menghasilkan satu, dua, atau lebih karya yang bisa di HAKI-kan dan bisa dikonsultasikan dengan prodi apabila perlu bantuan teknis dan proses pengurusan,” tutur Mahmudi.

Karya mahasiswa yang dapat di HAKI-kan terdiri dari karya tulis, karya seni, komposisi musik, karya audio visual, karya fotografi, karya drama dan koreografi, karya rekaman, program komputer, dan lainnya yang bernilai ekonomi. Dengan adanya karya mahasiswa yang dapat di HAKI-kan ini, dapat menghargai inovasi mahasiswa. Juga mencegah adanya duplikasi dan penyalahgunaan dari pihak lain. 

HAKI masih menjadi tugas yang belum terselesaikan bagi Indonesia. Pelanggaran yang terjadi mulai dari maraknya penjualan buku bajakan di e-commerce hingga pelanggaran hak cipta, merek, paten, dan lain sebagainya. Penerapan HAKI ini penting sebagai wujud perlindungan hukum kepada pencipta dan hasil karya, serta nilai ekonomis karya tersebut. Juga, meningkatkan kompetisi dan pangsa pasar dalam hal komersialisasi kekayaan intelektual. HAKI ini pula sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, industri dan usaha di Indonesia.

Proses pengajuan hak cipta dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Langkah-langkah pembuatan akun e-hakcipta dijelaskan Rifqi Muhammad, SE., SH., M.Sc selaku Sekretaris Prodi Akuntansi dan dapat diakses melalui www.dgip.go.id. Melalui web tersebut, pemohon akan diarahkan untuk membuat akun dengan melakukan registrasi dan aktivasi akun melalui email. Selanjutnya, menunggu persetujuan pengaktifan akun maksimal dua hari kerja. Setelah akun diaktifkan, pemohon mengisi formulir permohonan hak cipta secara lengkap dan mengunggah data yang dibutuhkan. Prosedur yang selanjutnya, yaitu pembayaran PNBP hak cipta. Apabila ciptaan disetujui, pemohon dapat mengunduh dan mencetak sertifikat hak cipta.

Kegiatan sosialisasi hibah HAKI Prodi Akuntansi dilaksanakan secara dialog oleh mahasiswa dan dosen. Lintang Kinasih, mahasiswi Akuntansi 2020 yang mengajukan permohonan hak cipta berupa video OCB (Output Character Building) ini merasa terbantu. “Karena ada kesempatan Hibah Pengurusan HAKI dari prodi dan diberikan dana pembinaan prestasi juga,” tutur Lintang. 

Tidak hanya Lintang, Arifah Ratnasari yang juga mengajukan permohonan HAKI berupa produk buku disabilitas karya dari PKM 2021 dan beberapa artikel. “Harapan saya dengan adanya HAKI ini agar karya-karya yang dihasilkan mahasiswa mendapat perlindungan hukum dari negara. Selain itu, HAKI juga mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Arifah. (Chasilia/utami).

 

 

Accounting Fast Track Program: Program Akselerasi Gelar Ganda Akuntansi FBE UII

Narasumber dalam Sosialisasi AFTP 27 Juli 2022Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia melaksanakan sosialisasi terkait peluncuran program baru yaitu Accounting Fast Track Program pada Senin (27/06). Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Johan Arifin S.E., M.Si., Ph.D., CFrA,. selaku Dekan FBE UII. Rifqi Muhammad S.E., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Prodi akuntansi FBE UII. Dekar Urumsyah, S.E., S.Si., M.Com(IS)., Ph.D., CFrA., selaku Ketua Prodi Program Magister Akuntansi FBE UII, dan Mahmudi, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA. selaku Ketua Prodi Program Sarjana Akuntansi FBE UII.

Dalam sambutannya, Johan Arifin menjelaskan bahwa tujuan dari diselenggarakannya Accounting Fast Track Program adalah untuk memfasilitasi mahasiswa prodi akuntansi yang unggul di bidang akademik dan memiliki motivasi untuk melanjutkan studi. Pada acara sosialisasi tersebut, peserta yang hadir adalah mahasiswa Akuntansi FBE UII  angkatan 2019-2021 beserta orang tua/wali. Dekar Urumsah menerangkan terkait kelas yang ada di Magister Akuntansi FBE UII yaitu kelas Reguler yang dilaksanakan senin sampai jumat dan kelas Eksekutif yang dilaksanakan pada kamis, jumat malam, dan sabtu pagi. 

Adapun, Dekar juga menjelaskan terkait keunggulan program Magister Akuntansi FBE UII.

“Kami bekerja sama dengan National Conference of Accounting Finance (NCAF), baru saja Journal Contemporary of Accounting (JCA), dan menjadi tempat untuk pengambilan sertifikasi dan juga penerapan kurikulum baru yang sistematis. Hal lain yaitu dalam proses pembelajaran dosen yang mengajar  terdiri dari dosen akademik dan dosen praktisi” ujar Dekar.

Program unggulan lain yang dimiliki oleh Magister Akuntansi FBE UII yaitu double degree yang merupakan kerjasama antara Universitas Islam Indonesia dengan The University of Western Australia.

Dekar menjelaskan mahasiswa yang mengikuti jalur Fast Track tidak diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Akan tetapi tetap mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan program sarjana dan nantinya tesis yang dikerjakan di program magister merupakan pengembangan dari skripsi. Pengembangan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti aspek ontologis (teori dan variabel), aspek epistemologis (metodologi), dan aspek aksiologis (kemanfaatan). 

Sedangkan untuk mahasiswa yang dalam tugas akhirnya tidak memilih skripsi, maka tidak diperkenankan mengikuti program ini. Beberapa konsentrasi yang disediakan di Program Magister Akuntansi FBE UII antara lain Akuntansi pemerintahan, Akuntansi Islam, Audit Forensik dan Perpajakan. Kelas akan dibuka ketika telah memenuhi ketentuan kuota tertentu.

Selanjutnya, Kuota untuk peserta AFTP pada Batch #1 adalah sebanyak 30 mahasiswa. Dengan syarat-syarat sebagai berikut: 

  1. Mahasiswa program studi akuntansi sarjana FBE UII semester 6 yang sudah minimum mengambil 120 SKS dengan IPK minimal 3.25 (skala 4) dapat mendaftarkan diri ke admisi Program Studi Akuntansi Program Magister FBE UII.
  2. Mengisi dan melengkapi kelengkapan administrasi. 

Dalam sosialisasi tersebut Rifqi Muhammad menyampaikan bahwa landasan dalam penyelenggaraan program Accounting Fast Track Program adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan juga diperkuat oleh Peraturan Universitas Nomor 19/PU/REK/DOSDM/XII/2011 tentang Penyelenggaraan Gelar Ganda Percepatan (akselerasi) di lingkungan UII. Rifqi menambahkan dengan MoU yang telah dilaksanakan antara program Sarjana dan Magister Akuntansi FBE UII diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam menempuh studi.

“Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan S1 dan S2 selama 5 (lima) tahun dalam prakteknya lebih cepat dalam 1 (satu) tahun.” tutup Rifqi. (utami/retno)

 

Akuntansi UII Juarai ERPSIM Internasional

Foto Tim AntaresTim Antares Akuntansi UII kembali meraih prestasi dalam ajang kejuaraan Internasional ERPSIM. Tim ini juga sebelumnya telah meraih juara di tingkat regional Asia Pacific Japan. Kompetisi ini merupakan kompetisi rutin yang diselenggarakan di level dunia dan pesertanya terdiri dari perwakilan masing-masing region.

Saat diwawancarai melalui daring, Humam, Anggota Tim Antares menyatakan menjadi juara Internasional menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Tidak hanya itu, kemenangan mereka juga tidak lepas dari dukungan Prodi Akuntansi UII yang telah membangun wadah dalam bidang ERP dengan membentuk ERP Competence Centre (ERPCC) sejak 2006. Banyak prestasi yang telah dicapai oleh mahasiswa Akuntansi UII seperti Juara 1 ERPSIM Asia Pacific Japan 2021 (baca di sini), Juara 1 Tingkat Nasional MERMC (baca di sini), dan masih banyak lagi.

Tantangan lebih berat dihadapi oleh Tim Antares dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh HEC Montreal ini. Mulai dari tantangan sebelum perlombaan dimulai hingga saat berlangsungnya. “Mulai dari sangat kompetitifnya mencari pasar yang dilakukan oleh 21 tim, lalu terjadinya naik turunnya berbagai permintaan macam barang yang diinginkan customer secara tiba tiba,” ujar Humam. Tidak adanya kompetisi uji coba dari penyelenggara ini membuat tim Antares tidak bisa melihat bagaimana tim lawan akan bertanding.

Selain itu, UII yang sejak tahun 2018 belum menjuarai kembali kompetisi ini, menurut Humam juga menjadi tantangan tersendiri. “Kami memiliki ambisi tersendiri untuk mengharumkan nama UII kembali dan alhamdulillah mampu tercapai dengan bantuan banyak pihak,” tuturnya.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa (28/06), Mahmudi, Ketua Prodi Akuntansi, menuturkan bahwa Prodi memiliki komitmen tinggi untuk mendukung mahasiswanya. Hal ini didukung dengan penerapan kurikulum baru yang bertajuk Technopreneur dengan basis islami, teknologi, dan entrepreneurship.

Dengan wadah berupa ERPCC ini Prodi Akuntansi membekali mahasiswa akuntansi dengan dasar-dasar ERP dengan memasukkannya ke dalam mata kuliah wajib dan pilihan. Serta bekerjasama dengan SAP University Alliance Asia Pacific Japan dan telah berhasil menjadi juara di tingkat regional maupun dunia di tahun-tahun sebelumnya.

Tertarik dengan ERPSIM dan ingin seperti Tim Antares, daftarkan segera melalui laman pmb.uii.ac.id.

Sharing Session: Mengapa Harus International Program Accounting UII?

Prodi Akuntansi kembali menyelenggarakan webinar bertajuk Sharing Session International Program (IP) Accounting UII dengan mendatangkan beberapa alumni. Sharing Session yang berlangsung pada Senin (25/06) ini, memberikan informasi mengenai IP Accounting UII dan berbagi kisah pengalaman alumni selama kuliah dan selepasnya dari program ini.

Pemaparan informasi IP Accounting UII dibawakan oleh Ayu Laksmi S.E., M.AppCom., M.Res., Ph.D. Ak, CA selaku Sekretaris International Program Accounting UII. Kemudian dilanjutkan sharing session oleh alumni IP Accounting, Hanna Nisaur Rosyda Firdaus dan Ahmad Dhiyaullatief Bachtiar

Acara ini dibuat untuk para calon mahasiswa yang mempunyai ketertarikan akan IP Accounting UII. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Rifqi Muhammad S.E., S.H., M.Sc., Ph.D., SAS., ASPM Sekretaris Program Studi Akuntansi Program Sarjana. Rifqi menyampaikan bahwasannya IP Accounting tidak hanya memberikan pengetahuan hardskill dan softskill, tetapi juga memberikan wawasan internasional.

Dalam Sharing Session tersebut, Ayu memaparkan terkait dengan program-program yang akan dijalankan dan didapatkan mahasiswa setelah bergabung di IP Accounting UII. Ayu menjelaskan terkait sistematika Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) IP Accounting Program Sarjana (S1) di pertengahan 2022. Kategori pola seleksi PMB dapat diakses lebih lanjut di laman pmb.uii.ac.id. Dijelaskan juga, selain jalur PMB, IP Accounting UII dapat diikuti mahasiswa melalui  jalur transfer dari program reguler. Syarat dan informasi lainnya dapat menghubungi Alfi Zakiya melalui email ([email protected]) atau WA/Call (081329358672). 

Dilanjutkan kembali oleh Ayu dengan pemaparan mengenai penawaran program dari IP Accounting UII, yaitu International Student Mobility (ISM). Adapun program yang termasuk ke dalam ISM adalah Double Degree Program, Study Exchange Program, Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques of Commerciales (AIESEC), dan Passage to ASEAN (P2A). Program unggulan lainnya dari IP Accounting UII adalah sertifikasi internasional ACCA (Association of Certified Chartered Accountants) dari United Kingdom (UK) sejak tahun 2016. 

Sharing Session pertama dibawakan oleh Hanna, mahasiswi Double Degree Program tahun 2016 di Nanjing Xiaozhuang University, China. Hanna mengungkapkan pengalamannya mengikuti program tersebut mulai dari mendapatkan mata kuliah Business International dan mempelajari business entrepreneur. Hingga kesempatan menjuarai kompetisi bersama teman-teman double degree lainnya. Tidak hanya kuliah, Hanna memperbanyak relasi dengan mengikuti Perhimpunan Pelajar Indonesia-Tiongkok dan juga Persatuan Pelajar Nanjing Xiaozhuang University.

Ahmad Dhiyaullatief Bachtiar, biasa disapa Mas Alex, kini menjabat sebagai Analyst Management Accounting PT Pertamina Patra Niaga, menyampaikan hal yang sama. Alasan utama Mas Alex mendaftar IP Accounting UII, yaitu Industry 4.0 yang menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Go International dengan bahasa utama, Bahasa Inggris. Selama kuliah, Mas Alex turut menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi.

Selama di IP Accounting diwajibkan pakai Bahasa Inggris untuk melatih speaking kita sehari-hari. Secara casual untuk di luar dan formal untuk di kelas. Jadi, kita dapat dua-duanya, english proficiency yang profesional sama english proficiency yang casual,” ungkap Mas Alex.

Di akhir acara, dilanjutkan sesi tanya jawab oleh calon mahasiswa IP Accounting UII dengan para narasumber. Pertanyaan yang diajukan cukup beragam, seputar IP Accounting UII hingga tips mengikuti perkuliahan di Akuntansi FBE UII.

Untuk lebih lengkapnya, simak Sharing Session ini di Youtube Accounting UII.

 

Tutur Alumni: Ridho Orang Tua Salah Satu Penentu Karir

Tutur Alumni kembali dengan membawa cerita menarik dari salah satu alumni Akuntansi UII.  Elleriz Aisha Khasandy yang merupakan alumni akuntansi Angkatan 2009 dan saat ini bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Kepala Sub bagian pemeriksaan di sektor pasar modal. Dalam kesempatan tersebut, Elleriz membagikan pengalamannya selama berkuliah di Program Studi Akuntansi UII dan kunci dalam dalam bekerja.

Pada awalnya, ia sama sekali tidak berpikir bahwa akuntansi akan menjadi hal yang ia pelajari selama kuliah. Hal ini menjadi terjadi karena sang ayah yang merupakan seorang dosen merekomendasikan hal tersebut, dengan FBE UII sebagai tujuan utama. Namun, perjalanan perkuliahan Elleriz tidak semulus itu, ia sempat mendapatkan nilai jelek untuk ujian mata kuliah akuntansi pengantar yang membuat dirinya down

“UTS akuntansi pengantar saya dapatnya 40. Ya ampun itu shock banget, saya sampai nangis padahal teman-teman lain nilainya bagus,” ujar Elleriz. 

Hal tersebut  tidak lantas membuatnya menyerah justru sebaliknya, ia mampu bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu yang akhirnya hal itulah yang mengantarkannya menjadi asisten dosen untuk mata kuliah tersebut di semester akhir. 

Selain berkuliah, Elleriz juga aktif di kegiatan organisasi yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA). Menurutnya, hal inilah yang mengantarkan ia dikenal oleh dosen karena selama bergabung di HMJA sering ditunjuk untuk menjadi MC acara. Setelah lulus kuliah, Elleriz sempat bekerja sebagai asisten audit di Lembaga Audit Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia sembari menjadi asisten dosen.

Mendapatkan posisi saat ini tentu tidak mudah, terhitung sudah 8 tahun Elleriz bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama kurang lebih 6 tahun, Elleriz berada di pengawasan pasar modal syariah dan kemudian pada tahun 2019 menjadi Kepala Sub bagian pemeriksaan di sektor pasar modal. Dalam prosesnya ia sempat mengalami putus asa lantaran tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang sesuai. “Orang tua saya ingin saya kerja yang lebih settle. Tapi beberapa kali saya mendapatkan tawaran sekiranya saya cocok, orang tua engga dan juga sebaliknya. Akhirnya saya sudah desperate banget,” ujar Elleriz. Menurutnya ridho orang tua lah yang terpenting dalam melakukan suatu hal termasuk dalam mencari pekerjaan.

Ia juga menjelaskan banyak ilmu yang dipelajari di Akuntansi UII yang kemudian diterapkan dalam dunia kerja, terlebih lagi saat ia menjabat sebagai pengawas pasar modal syariah. Hal ini dikarenakan ilmu yang dipelajari di Akuntansi UII sudah beberapa langkah lebih maju. Tidak hanya itu, Elleriz juga menambahkan tentang ilmu lain yang ia pelajari selama berkuliah. 

“Sistem pendidikan yang saya dapatkan tidak hanya ilmu tapi ada ilmu yang lain juga, di mana banyak dosen yang memasukan perkuliahaan karakter untuk membangun mahasiswa dan juga tidak lupa memasukan nilai-nilai islam,” ucap Elleriz.

Di akhir, Elleriz membagikan satu prinsip yang selalu ia pegang sejak kuliah hingga saat ini.

“Ada satu hal yang selalu saya yakini dari dulu hingga sekarang dan jadi itu menjadi pegangan. Ketika saya sedang mengerjakan sesuatu bunyinya seperti ini siapa yang benar di jalan Allah SWT maka akan terbukalah jalan,” tutupnya.

Selengkapnya dapat dilihat di Youtube Prodi Akuntansi UII atau dengan mengklik link berikut ini. Serta jika tertarik untuk menempuh pendidikan seperti Ellriz, segera bergabung dengan kami melalui pmb.uii.ac.id.

Menilik Persiapan para Mahasiswi Akuntansi FBE UII dalam memperoleh sertifikasi ACCA

Beberapa mahasiswa Akuntansi FBE UII baru saja lulus mengikuti ujian modul sertifikasi Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Terdapat lima mahasiswa yang lulus pada ujian kali ini yakni, Septi Dyah Anggraeni, Salsabila Nadhifa, Nelva Qablina, Qurrotul Aini, dan Afifah Rohadatul Aisy. Pada kesempatan kali ini kami berkesempatan mewawancarai Septi, Nelva, dan Afifah.

Untuk berkesempatan mengikuti ujian modul ini, sebelumnya mahasiswa tersebut harus mengikuti kelas ACCA yang tersedia di Prodi Akuntansi. Kelas ini dimulai sejak semester kedua setelah mahasiswa tersebut memenuhi beberapa persyaratan. Saat diwawancarai secara online, Afifa mengungkapkan terdapat perbedaan course yang dipelajari.

Mahasiswa ACCA baik International Program maupun Reguler akan disatukan dalam satu kelas dikarenakan materi yang dipelajari menggunakan kurikulum dari ACCA. Langsung sesuai dengan syllabus per modul yang akan dipelajari,” tutur Afifah.

Septi menambahkan dari segi materi perkuliahan kurang lebih sama dengan kelas regular. Septi merasa berada di kelas ACCA ini, ia lebih mendalami beberapa chapter tertentu dan jumlah antara teori dengan prakteknya seimbang.

Lebih lanjut, perbedaan kelas ACCA dengan kelas yang biasanya, misalnya pada semester 4 di kelas ACCA mempelajari modul Financial Management. Mata kuliah Manajemen Keuangan 1 dan 2 dipelajari dalam satu semester. Ataupun kelas Auditing dan Akuntansi Keuangan Lanjutan akan dipelajari pada semester lima dalam modul Financial Reporting dan Audit Assurance. Tidak hanya itu, setiap pemegang gelar ACCA dapat memperoleh pengakuan pada beberapa negara yang sudah melakukan Mutual Agreement (MRA) dengan ACCA.

Nelva bercerita bahwa dirinya saat ini sudah menempuh tahun kedua di kelas ACCA dan telah mempelajari tiga modul yakni Management Accounting (MA) , Financial Accounting (FA), dan Financial Management. Selama mengikuti kelas ACCA, Nelva merasakan berbagai hal yang mengenakkan dan tidak. “Kalo enaknya itu menurutku lebih mudah memahami materinya, dari kampus itu disediain learning provider di luar kelas buat nyiapin exam. kalo ga enaknya di kelas ACCA itu harus punya effort lebih soalnya kita kan nyiapin buat ujian ACCA nya gitu. terus sebelum UTS atau UAS ada mock exam dulu, mock examnya itu biasanya 3 kali jadi ya perlu effort lebih di mock exam selain UTS dan UAS,” tutur Nelva.

Tentunya dalam menempuh ujian modul ini terdapat kesulitan tersendiri. Afifa yang sebelumnya gagal dalam menempuh ujian modul Management Accounting pada bulan Maret 2021, langsung merubah strategi belajarnya. “Modul Management Accounting hitungannya sedikit, tetapi banyak hafalan dan analisis. Modul ini mengarahkan kita hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan (Decision making) dan menyusun strategi perusahaan,” ujar Afifah

Sedangkan Nelva menyatakan untuk modul FA ia belum merasa susah dalam ujian modul tersebut karena materi yang diujikan masih dasar-dasar Accounting. “Menurutku susahnya di beberapa soal yang tricky gitu jadi kalo udah memahami konsep dasar terus rajin bahas soal pas ujian itu udah agak familiar sama tipe soalnya jadi udah agak gampang si jawab ujiannya,” ujar Nelva.

Afifah mempersiapkan ujian modulnya sejak tiga bulan sebelumnya. Setiap menyelesaikan satu materi, latihan soal pun ia tuntaskan. Lebih mendalam satu minggu sebelum ujian, Afifa mengakses latihan soal dari website official ACCA dengan membayar kurang lebih 7 euro. Dalam latihan soal tersebut, tersedia analisis kelemahan yang dimiliki dalam silabus tersebut. Dengan demikian, kelemahan tersebut dapat diperbaiki.

Selain itu, Prodi Akuntansi UII juga menyediakan akses soal dari laman Acowtancy.com yang dapat diakses di mana dan kapan saja. Dosen ACCA UII pun menyediakan revision kit untuk memperbanyak latihan soal mahasiswa.

Tertarik dengan sertifikasi ACCA, yuk bergabung dengan akuntansi UII dengan mendaftar pada laman pmb.ac.uii.id. (retno/utami)

 

Mahasiswa Akuntansi UII Lolos Pendanaan PKM-K 2022

Mahasiswa Akuntansi FBE UII kembali menorehkan prestasi yakni lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2022 yang diselenggarakan Ditjen Dikti Ristek. Tim ini terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Havis Gilang Pratama, M. Isnanda Nurman, Adizza Djasmine Setiawan, Dhea Khansa Nabila, dan Siti Ashila Rahma Utama. Adapun topik yang diangkat tim tersebut adalah “HealBag, Inovasi Totebag 3 in 1 Dengan Radiasi Batu Tourmaline Sebagai Media Terapis Alami.”

Menurut Havis, selaku ketua tim, pengambilan ide tersebut terinspirasi dari proposal PKM mahasiswa akuntansi UII, Siti Azza Nur Aisah, yang berjudul “Bantalankuy” yang juga menggunakan batu tourmaline sebagai media terapis. Dari sanalah kemudian Havis dan teman-teman mengembangkan ide tersebut dengan melihat keluhan mahasiswa yang sering merasakan pegal-pegal.

Havis menambahkan, produk tote bag yang diberi nama Healbag ini menjadi solusi bagi kalangan masyarakat, khususnya pekerja kantor dan mahasiswa. Di mana banyak dari mereka menghabiskan waktu di depan laptop atau komputer dan mobilitas kerja yang tinggi. Melalui produk ini, diharapkan dapat memberikan fungsi sebagai tas, alat terapis pinggang, dan bantalan duduk yang fleksibel untuk dibawa.

Havis mengungkapkan perasaan senang dan tidak menyangka ketika mengetahui timnya lolos pendanaan PKM. Tentunya berbagai tantangan dihadapi Havis dan teman-teman. Mulai dari kurangnya pengalaman dalam membuat proposal dan tidak banyak referensi yang dimiliki. Timnya juga kesulitan menemukan waktu yang pas untuk berdiskusi hingga kesulitan dalam pembuatan ilustrasi produk karena keterbatasan kemampuan. Dibalik kesulitan yang dihadapi, mereka tetap menyelesaikan proposal dengan baik. “Sangat bangga sekaligus gembira, karena kerja keras kami selama ini membuahkan hasil yang memuaskan. Kebetulan ini adalah keikutsertaan kami yang pertama kali di PKM dan Alhamdulillah langsung lolos pendanaan,” ujar Havis.

Untuk rencana ke depannya Havis dan tim akan memastikan jumlah peminat sebelum diperjualbelikan secara luas. Selain itu, produk akan dipastikan kualitasnya sebelum dipasarkan. “Apabila produk kami banyak diminati masyarakat luas tentu akan menjadi pertimbangan untuk kami kembangkan lagi menjadi produk yang akan diperjualbelikan secara luas, selain itu kami sendiri akan memastikan kualitas dari produk kami agar layak untuk dipasarkan secara luas” tutup Havis.

Havis berpesan, khususnya bagi mahasiswa akuntansi UII yang memiliki ketertarikan akan PKM dan memiliki ide-ide kreatif yang bernilai jual, jangan takut mencoba. Havis menambahkan, bagi mahasiswa yang kesulitan dalam pengambilan ide, PKM Corner UII siap membantu dan membimbing hingga akhir. Dalam keterangannya yang terakhir, Havis mengajak teman-teman untuk mengikuti PKM tahun depan. “Jadi tunggu apalagi, yuk siapkan tim dan ide mulai dari sekarang untuk daftar PKM tahun depan!” tutup Havis. (Chasil/Retno)

 

Seimbangkan Soft Skill dan Hard Skill dengan IP Akuntansi UII

Prodi Akuntansi UII kembali menyajikan Seri Podcast Akuntansi IP (SPASI) Episode ketiga. Dalam episode ini narasumber yang dihadirkan adalah Novida Helena Putri, Alumni Prodi Akuntansi UII Program Internasional tahun 2012. Perempuan yang akrab dipanggil Helen ini bekerja sebagai Dosen Akuntansi di Universitas Teknologi Sumbawa.

Pertama kali Helen bercerita terkait bagaimana awalnya dapat masuk ke Akuntansi IP. Helen dulu merupakan pribadi yang sangat saklek terkait perguruan tinggi. Ia ingin masuk ke perguruan tinggi negeri mengingat sejak awal bersekolah di instansi negeri. Namun memang belum rezeki, ia belum bisa masuk PTN. Atas referensi dari ayah dan saudara, serta melakukan riset mandiri, Helen tertarik masuk UII.

Awalnya ia merasa ragu saat akan masuk international program, namun setelah melalui serangkaian tes dan mempelajari kembali output-output Akuntansi IP ia merasa tidak percuma masuk di IP.

“Jadi dulu awal daftar kepikirannya ujung-ujungnya pengin jadi akuntan. Tapi saya gatau akuntannya pengin jadi gimana. Maksudnya di perusahaan mana. Cuma Ketika saya masuk di akuntansi terus kenal dengan international program kaya ini sebuah peluang. Peluang untuk Karena saya masuk IP saya berbeda, bisa luas jangkauan saya,” tutur Helen.

Terkait pembelajaran dengan Bahasa inggris, Helen memang sudah mengetahui sejak awal. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuknya mengingat sejak sekolah dasar belajar di sekolah negeri. Namun karena memang menyukai tantangan, Helen mengambil risiko tersebut dengan pikiran jika ia bisa kedua Bahasa, mengapa tidak.

Helen juga bercerita tentang lingkungan perkuliahan di IP yang sangat menyenangkan dan suportif. Di Gedung IP memang diharuskan untuk berbicara menggunakan Bahasa inggris kepada rekan, staf akademik, dan sebagainya. Namun sesama mahasiswa saling menghargai kemampuan masing-masing sehingga dapat bertahan dan terbantu satu sama lain.

Tidak ketinggalan, Helen menjelaskan tentang Outbound Management Training (OMT). “Dari OMT membentuk pribadi yang mandiri, mampu memecahkan masalah, dan itu saya enjoy banget berada di IP Accounting masa lalu itu,” tutur Helen.

Setelah menggeluti dunia pekerjaan, Akuntansi IP ternyata memberikan kontribusi bagi pribadi Helen. “Di Accounting UII saya menjadi open minded. Terbuka dalam hal perbedaan. Saya saya kuliah saya ketemu dengan orang dengan berbagai macam latar belakang. Saya belajar jadi orang yang harus open minded, menghargai perbedaan, dan saya belajar menerima kritik dari saat presentasi di kelas,” tutur Helen. Helen juga menambahkan semua hal itu berguna saat ia pindah ke kota lain yang berbeda dari daerah asalnya. Semua soft skill, hard skill, dan pengalaman selama berkuliah di Akuntansi IP sangatlah menunjang untuk karir Helen sebagai dosen. (retn0/utami)

Mahasiswa Akuntansi UII Raih Sertifikasi SAP-ABAP

Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi, yakni berhasil memeroleh sertifikasi SAP-ABAP. Dilansir dari laman SAP-Press, ABAP (Advanced Business Application Programming) merupakan nama bahasa pemrograman generasi keempat milik SAP yang secara khusus dikembangkan untuk pemrosesan data massal dalam aplikasi bisnis SAP.

Tedy Yudi Permadi menjadi mahasiswa pertama Prodi Akuntansi yang memeroleh sertifikat ini pada Rabu (17/05). Tedy telah lulus sertifikasi ERP SAP-ABAP dengan memanfaatkan fasilitas “Free SAP Certification” dari SAP. Fasilitas ini diberikan kepada mahasiswa karena Prodi Akuntansi UII merupakan member pada SAP University Alliances. Direktur ERP Competence Center Prodi Akuntansi FBE UII, Dra. Isti Rahayu, M.Si., Ak., CA., Cert.SAP turut menyampaikan selamat atas keberhasilan Tedy dan tentunya hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa Prodi Akuntansi UII merupakan prodi akuntansi dengan basis teknologi.

“Keberhasilan Teddy Yudi Permadi tentunya menjadi penyemangat  bagi 40 mahasiswa Prodi Akuntansi UII yang saat ini sedang mempersiapkan SAP certification pada bebagai modul antara lain SAP S/4HANA Financial Accounting, SAP S/4HANA Management Accounting dan juga mahasiswa yang akan mengambil sertifikasi  SAP S/4HANA Business Process Integration,” tutur Isti.

Tedy juga mengungkapkan peluang kerja menjadi konsultan SAP untuk jangka panjang sangatlah bagus sehingga ia mengambil sertifikasi tersebut. Tidak hanya itu, Tedy memang sejak awal mempunyai ketertarikan di bidang Teknologi Informasi (TI). “Saya ambil sertifikasi SAP karena peluang kerja dan ketatnya saingan lulusan akuntansi di dunia kerja, maka dari itu saya ambil sertifikasi. Khususnya SAP,” tutur Tedy.

Sama seperti mengambil sertifikasi lainnya, sertifikasi ini juga mempunyai tantangan tersendiri. Tedy mengatakan bahwa SAP-ABAP di Akuntansi masih jarang sehingga sumber informasi materi yang tersedia dan pembimbing masih minim. Untuk menyiasati hal tersebut, Tedy mencari informasi melalui SAP-Community. “Saya juga minta advice sama dosen ERP, Bu Prima. Tapi mostly saya cari informasi di SAP Community,” ungkap Tedy.

Tidak hanya itu, Tedy juga membagikan kebiasaanya dalam mempelajari SAP-ABAP selama delapan bulan. Tedy belajar selama lima hari dalam seminggu, kemudian satu hari digunakan untuk mengulang materi dan latihan soal, serta satu hari lainnya digunakan untuk refreshing.

“Kunci utama saya konsisten karena saya suka dengan teknologi. Jadi saya memang dedikasi buat belajar SAP-ABAP Programming Language,” ujar Tedy.

Di akhir wawancara, Tedy berpesan bagi anak akuntansi yang berminat terjun di bidang SAP Developer maupun bidang Informasi Teknologi (IT) lainnya. Jangan takut untuk mencoba dan jangan merasa minder sama jurusan IT, karena kita yang jurusan non-IT juga bisa terjun ke bidang tersebut. Never give up dan don’t stop learning something new,” tutupnya.

Dari pengalaman Tedy ini sekaligus dapat dijadikan motivasi bagi mahasiswa Akuntansi UII yang lain, bahwa mendapat sertifikat di bidang IT bukanlah suatu yang mustahil bagi mahasiswa akuntansi. 

Untuk calon mahasiswa baru, tertarik menjadi The Next Teddy? Yuk daftarkan dirimu di Program Studi Akuntansi UII dengan klik tautan ini.